ISU KRITIS DALAM BIDANG LINGKUNGAN
PENGADAAN BINA TEKNOLOGI SANITASI
DI PROVINSI BANTEN
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan lingkungan sosial budaya
DI SUSUN OLEH
Kelas A : kelas B :
1. Anisa Rinjani 1. Nenden Nurendah
2. Dimas Purnomo 2. Nia Alfitriani
3. Imelda 3. Nining Kusumastuti
4. Aulia 4. Rachmad H.K
5. Erma 5. Raisha Irene
6. Intan 6. Syela Nabilah
7. Eli 7. Teti Sukmawati
8. Eti 8. Tia Astiani
9. Desi Rosalina 9. Windy Apriani
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2014KATA PENGANTAR
Dengan
segala kerendahan hati, Penulis ucapkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha
Esa Pengasih lagi Maha Penyayang yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis telah diberikan kekuatan untuk menyelesaikan penyusunan makalah
Pendidikan Lingkungan Sosial dan Budaya dengan judul “Pengadaan Bina Teknologi
Sanitasi di Banten”.
Penulisan
makalah ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan
Lingkungan Sosial dan Budaya semester 2 (dua) Pendidikan Biologi, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang harus
diserahkan sebagai tugas mata kuliah tersebut.
Penulis
menyadari sepenuhnya dalam penyusunan maupun dalam penulisan makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan bagi makalah yang baik. Namun berkat bantuan arahan,
akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Sebagai ungkapan rasa syukur maka
pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh
pihak yang telah membantu dan terlibat dalam penyusunan makalah ini.
Serang, Mei 2014
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Provinsi Banten berdasarkan Undang
Undang Nomor 23 Tahun 2000 memiliki luas 8.651,20 km² yang terdiri dari
4(Empat) kabupaten, 4(Empat) kota, 154 kecamatan, 262 kelurahan, dan 1.273
desa. Pulau yang berpotensi bagi masyarakat Provinsi Banten berjumlah sekitar
55 pulau tersebar di wilayah Provinsi Banten maupun di perbatasan wilayah
Provinsi Banten. 55 pulau tersebut terbagi ke dalam 3 kabupaten dan 1 kota yang
ada di wilayah Provinsi Banten. Sungai di wilayahProvinsi Banten berjumlah
sekitar 91 sungai yaitu mengalir di Kabupaten Pandeglang sebanyak 77 sungai,
Kabupaten Lebak sebanyak 29 sungai, Kabupaten/Kota Serang sebanyak 9 sungai dan
Kabupaten/Kota Tangerang dialiri Sungai Cisadane yang cukup panjang.
Dari sungai-sungai tersebut jika
musim penghijunan tiba akan mendatangkan banjir kiriman dari provinsi lain
seperti Jakarta, Bogor. Dan masalah tersebut telah terjadi dari tahun ke tahun
dan telah mengakibatkan banyak kerugian baik
kerugian material maupun non material.
Bencana banjir tersebut mengundang rasa
tanggung jawab pemerintah untuk mengatasinnya. Hal-hal yang dilakukan oleh
pemerintah dan masyarakat Banten salah satunya adalah dengan membuat sanitasi
yang mencakup tiga bidang diantanya drainese, air limbah, dan persampahan.
Rumusan
Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Lingkungan?
2. Bagaimana lingkungan diprovinsi
Banten?
3. Apa yang dimaksud dengan sanitasi?
4. Bagaimana penerapan sanitasi di
provinsi Banten?
5. Kenapa harus ada sanitasi di
provinsi Banten ?
Tujuan
1. Untuk memahami apa yang dimaksud
dengan lingkungan
2. Untuk mengetahui bagaimana
lingkungan diprovinsi Banten
3. Untuk memahami apa yang dimaksud
dengan sanitasi
4. Mengerti bagaimana penerapan
sanitasi di provinsi Banten
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi
antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi
surya, mineral,
serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan
kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana
menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik.
Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air,
iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala
sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus
dan bakteri).
B. Pengertian
Sanitasi
Pengertian sanitasi ada beberapa yaitu:
- Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit
yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup
manusia.
- Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang,
makanan, tempat kerja atau peralatan agar hygienis (sehat) dan bebas
pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang lainnya.
- Menurut Dr.Azrul Azwar, MPH, sanitasi adalah cara
pengawasan masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap
berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan
masyarakat.
- Menurut Ehler & Steel, sanitation is the
prevention od diseases by eliminating or controlling the environmental
factor which from links in the chain of tansmission.
- Menurut Hopkins, sanitasi adalah cara pengawasan
terhadap factor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap
lingkungan.
Ruang Lingkup Sanitasi
Berdasarkan
pengertiannya yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu upaya pencegahan penyakit
yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup
manusia. Di dalam Undang-Undang Kesehatan No.23 tahun 1992 pasal 22 disebutkan
bahwa kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan
yang sehat, yang dapat dilakukan dengan melalui peningkatan sanitasi
lingkungan, baik yang menyangkut tempat maupun terhadap bentuk atau wujud
substantifnya yang berupa fisik, kimia, atau biologis termasuk perubahan
perilaku.
Kualitas lingkungan
yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan
kesehatan dan keselamatan hidup manusia, melalui pemukiman antara lain rumah
tinggal dan asrama atau yang sejenisnya, melalui lingkungan kerja antra perkantoran
dan kawasan industry atau sejenis. Sedangkan upaya yang harus dilakukan dalam
menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan adalah obyek sanitasi meliputi
seluruh tempat kita tinggal/bekerja seperti: dapur, restoran, taman, public
area, ruang kantor, rumah dsb.
D. Sistem
Pembuangan
Air limbah atau air buangan adalah
sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun
tempat-tempat umum lainya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat
yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan
hidup. Batasan lain mengatakan bahwa air limbah adalah kombinasi dari cairan
dan sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran
dan industri, bersama-sama dengan air tanah, air permukaan dan air hujan yang
mungkin ada (Haryoto Kusnoputranto, 1985).
Dari batasan tersebut dapat
disimpulkan bahwa air buangan adalah air yang tersisa dari kegiatan manusia,
baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan lain seperti industri, perhotelan,
dan sebagainya. Meskipun merupakan air sisa, namun volumenya besar, karena
lebih kurang 80% dari air yang digunakan bagi kegiatan-kegiatan manusia
sehari-hari tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor (tercemar).
Selanjutnya air limbah ini akhirnya akan mengalir ke sungai dan laut dan akan
digunakan oleh manusia lagi. Oleh sebab itu, air buangan ini harus dikelola
atau diolah secara baik.
Air limbah ini berasal dari berbagai
sumber, secara garis besar dapat dikelompokan sebagai berikut :
1. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga (domestic
wastes water), yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada
umumnya air limbah ini terdiri dari ekskreta (tinja dan air seni), air bekas
cucian dapur dan kamar mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organic.
2. Air buangan industri (industrial wastes
water), yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses produksi.
Zat-zat yang tergantung di dalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku
yang dipakai oleh masing-masing industri, antara lain : nitrogen, logam berat,
zat pelarut dan sebagainya. Oleh sebab itu pengolahan jenis air limbah ini,
agar tidak menimbulkan polusi lingkungan memnjadi rumit.
3. Air buangan kotapraja (municipal wastes
water), yaitu air buangan yang berasal dari daerah : perkantoran,
perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat ibadah, dan sebagainya. Pada
umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan air
limbah rumah tangga.
Karakteristik air limbah perlu
dikenal, karena hal ini akan menentukan cara pengolahan yang tepat, sehingga
tidak mencemari lingkungan hidup. Secara garis besar karakteristik air limbah
ini digolongkan menjadi sebagai berikut:
1. Karakteristik fisik
Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil
terdiri dari bahan-bahan padat dan suspensi. Terutama air limbah rumah tangga,
biasanya berwarna suram seperti larutan sabun, sedikit berbau. Kadang-kadang
mengandung sisa-sisa kertas, berwarna bekas cucian beras dan sayur,
bagian-bagian tinja, dan sebagainya.
2. Karakter kimiawi
Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat
kimia anorganik yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organik
berasal dari penguraian tinja, urine dan sampah-sampah lainya. Oleh sebab itu,
pada umumnya bersifat basah pada waktu masih baru, dan cenderung ke asam
apabila sudah memulai membusuk. Substansi organic dalam air buangan terdiri
dari dua gabungan, yakni :
a. Gabungan yang mengandung nitrogen, misalnya:
urea, protein, amine, dan asam amino.
b. Gabungan yang tak mengandung nitrogen,
misalnya: lemak, sabun, dan karbuhidrat, termasuk selulosa.
3. Karakteristik bakteriologis
Kandungan bakteri pathogen serta organisme golongan
coli terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana sumbernya, namun
keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air buangan.
Sesuai dengan zat-zat yang terkandung di dalam air
limbah ini, maka air limbah yang tidak diolah terlebih dahulu akan menyebabkan
berbagai gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup antara lain :
a. menjadi transmisi atau media penyebaran
berbagai penyakit, terutama: kholera, typhus abdominalis, desentri baciler.
b. Menjadi media berkembang biaknya
mikroorganisme pathogen.
c. Menjadi temoat-tempat berkembang biaknya
nyamuk atau tempat hidup larva nyamuk.
d. Menimbulkan bau yang tidak enak serta
pandangan yang tidak sedap.
e. Merupakan sumber pencemaran air permukaan,
tanah, dan lingkungan hidup lainya.
f. Mengurangi produktivitas manusia, karena orang
bekerja dengan tidak nyaman, dan sebagainya.
Pengolahan air limbah dimaksudkan
untuk melindungi lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah tersebut.
Secara ilmiah sebenarnya lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar
terhadap gangguan yang timbul karena pencemaraan air limbah tersebut. Namun
demikian, alam tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya,
sehingga air limbah perlu dibuang.
Beberapa cara sederhana pengolahan air buangan antara
lain sebagai berikut :
1. Pengeceran (dilution)
Air limbah diencerkan sampai
mencapai konsentrasi yang cukup rendah, kemudian baru dibuang ke badan-badan
air. Tetapi, dengan makin bertambahnya penduduk, yang berarti makin
meningkatnya kegiatan manusia, maka jumlah air limbah yang harus dibuang
terlalu banyak, dan diperluka air pengenceran terlalu banyak pula, maka cara
ini tidak dapat dipertahankan lagi. Disamping itu, cara ini menimbulkan
kerugian lain, diantaranya : bahaya kontaminasi terhadap badan-badan air masih
tetap ada, pengendapan yang akhirnya menimbulkan pendangkalan terhadap
badan-badan air, seperti selokan, sungai, danau, dan sebagainya. Selanjutnnya
dapat menimbulkan banjir.
2. Kolam Oksidasi (Oxidation ponds)
Pada prinsipnya cara pengolahan ini
adalah pemanfaatan sinar matahari, ganggang (algae), bakteri dan oksigen
dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah dialirkan kedalam kolam berbentuk
segi empat dengan kedalaman antara 1-2 meter. Dinding dan dasar kolam tidak
perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman, dan
didaerah yang terbuka, sehingga memungkinkan memungkinkan sirkulasi angin
dengan baik.
3. Irigasi
Air limbah dialirkan ke parit-parit
terbuka yang digali, dan air akan merembes masuk kedalam tanah melalui dasar
dan dindindg parit tersebut. Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan
untuk pengairan ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk
pemupukan. Hal ini terutama dapat dilakukan untuk air limbah dari rumah tangga,
perusahaan susu sapi, rumah potong hewan, damn lain-lainya dimana kandungan
zat-zat organik dan protein cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman.
E. Pengertian
Drainase
Drainase adalah lengkungan
atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara
alami maupun dibuat oleh manusia. Dalam bahasa Indonesia,
drainase bisa merujuk pada parit di permukaan tanah ataugorong-gorong di bawah tanah. Drainase berperan
penting untuk mengatur suplai air demi pencegahan banjir.
Manajemen
sampah yang tidak bagus dapat menyebabkan tersumbatnya sistem drainase, yang
bisa menyebabkan meluapnya air akibat berkurangnya debit air
yang dapat ditampung dan disalurkan oleh drainase.
Pertambahan
jumlah penduduk juga menjadi masalah sendiri bagi daya tampung drainase.
Meningkatnya jumlah penduduk berarti bertambahnya infrastruktur, yang diiringi
oleh bertambahnya jumlah limbah yang dikeluarkan ke lingkungan.
F. Pengertian Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan , pendaurulangan, atau pembuangan dari material sampah.
Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan
manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan,
lingkungan, atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan
sumber daya alam. Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dan keahlian khusus untuk
masing-masing jenis zat.
BAB III
PEMBAHASAN
Artikel
Dirilis
oleh Neng - Senin, 28 April 2014 | 19:47:03 WIB - 80 kali tayang

Fakta-Indonesia.Com
Banten, - Pemerintah Prov.Banten dalam
menjalankan roda pemerintahan untuk membangun program yang selalu berjalan
setiap se tahun sekali, dalam program pembangunan nya di bidang Sumber Daya Air
dan Pemukiman Provinsi Banten mengadakan Bimbingan Tekhnis Peningkatan Sumber
Daya Manusia dan Pengembangan Sanitasi Lingkungan, acara kegitan ini di
laksanakan di Hotel Mambruk Anyer beberapa hari yang lalu.
Ir.H.Iing Suwargi Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman
Prov.Banten mengatakan di ruang kerja nya, bahwa program kegitan Bimbingan
Tekhnis untuk peningkatan pengembangan sanitasi lingkungan ini, di
karenakan jumlah penduduk di wilayah Provinsi Banten semakin bertambah dan juga
semakin meningkat laju urbanisasi yang terus menerus , sehingga kebutuhan untuk
penyediaan sarana dan prasarana penyehatan lingkungan permukiman atau di kenal
dengan nama sanitasi semakin meningkat, karena untuk mendukung peningkatan
kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat itu sendiri. Dalam sanitasi
lingkungan terdiri dari tiga bidang diantara nya drainase, air limbah dan
persampahan, sanitasi sendiri sangat berpengaruh kepada pengurangan angka
kemiskinan, berkurang nya angka kematian anak, penghematan terhadap anggaran
dan juga peningkatan produktifitas perempuan. Khusus pada bidang drainase
Pemerintah Daerah masih memiliki pekerjaan rumah yang berkaitan dengan isu-isu
strategis untuk masalah penanganan banjir tahunan, seperti daerah di Kabupaten
Serang terletak di Desa Carenang, Kragilan, dan Ciwandan, Kabupaten Pandeglang
di Kecamatan Patia, Sobang, Pagelaran, dan Panimbang, Kabupaten Lebak Kecamatan
Wasalam dan Cibinuangeun, untuk Kabupaten Tangerang terdiri dari sungai
Cidurian, Sungai Cisadane, Sungai Cimanceuri, dan Kali Sabi, dan untuk Kota
Serang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan harus di revalitasi drainase
kota untuk menangani banjir perkotaan dan banjir tahunan, dan Kota Cilegon
dalam penagnanan banjir perkotaan nya di karenakan luapan sungai Cijalupang.
Ungkap nya
Ir.IIng menambahkan, pihak kami akan menargetkan dan
memprioritaskan untuk mengurangi luas areal pada genangan yang selama ini
sering terjadi akibat banjir, karena permasalahan yang kita hadapi sekarang ini
rendahnya kinerja saluran dranase yang ada di wilayah Kab / Kota Prov.Banten,
untuk itu kami mengharapkan masyarakat Banten lebih mengerti untuk penangnan
masalah banjir ini, sehingga masyarakat Banten dapat hidup sehat dan nyaman
dengan lingkungan yang bersih. Dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) tersedia
nya system jaringan drainase skala kawasan Kota, sehingga tidak terjadi
genangan lebih dari 30 cm selama per jam dan tidak lebih dari 2 kali se tahun
sebesar 50 % pada tahun 2014 ini, kami berharap pada tahun 2014 ini dapat
mencapai 100 %, dan kami mengharapkan kepada Kab / Kota yang belum
mempunyai rencana induk system drainase perkotaan maupun penerapan o/p
secara konsisten, karena wilayah Kab / Kota yang sering terjadi tergenang
banjir akan memerlukan kolam retensi (Polder) karena tidak semua daerah mampu
membangun nya dan memerlukan upaya dan waktu agar pemerintah pusat memberikan
dan stimulant. Sekali lagi saya sangat mengharapkan agar program kegiatan
Bimbingan Tekhnis Peningkatan SDM Pengembangan Sanitasi Lingkungan menjadi
opini public sarana berbagi informasi serta terwujud nya hubungan kerja sama
yang baik antara Pemerintah Daerah Kab / Kota dan Pemerintah Pusat.
Di tempat terpisah Adib Solichin ST.MT.Msi Kepala Seksi Air
Minum dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman
Prov.Banten mengatakan di ruang kerja nya, dengan dilaksanakan Bimbingan
Tekhnis Peningkatan SDM Pengembangan Sanitasi Lingkungan ini, di harapkan
upaya-upaya untuk meningkatkan akses sanitasi dalam peningkatan kualitas hidup
masyarakat, pada tahun 2012 yang lalu akses sudah mencapai 60 % dan menempatkan
Prov.Banten sebagai 10 besar untuk akses sanitasi terbaik, dalam kegiatan ini
dalam rangka meningkatkan SDM dalam peningkatan sarana dan prasarana sanitasi
khusus nya pada bidang drainase perkotaan yang berbasis lingkungan dan berbasis
masyarakat. Acara ini di hadiri 34 peserta dari Dinas Pekerjaan Umum (PU)
bidang Keciptakaryaan tingkat Kab / Kota se Prov.Banten, dan Dinas Bina Marga
dan Tata Ruang Prov.Banten serta seksi perencanaan dan pengawasan tekhnik pada
Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman Prov.Banten, kami mengharapkan kepada pihak
Kab / Kota Prov.Banten untuk membantu menjalankan program kegiatan ini, dan
kami juga meminta untuk masing-masing Kab / Kota untuk merencanakan
kegiatan pada pengembangan sarana dan prasarana sanitasi yang ada di wilayah
Prov.Banten. Ungkap Adib (Neng)
Studi Kasus
Lingkungan
di provinsi Banten yang sering terkena banjir akibat luapan sungai-sungai
maupun banjir kiriman dari kota lain menyebabkan banyak masalah, terutama di
kota-kota besarnya seperti kota Serang dan Tangerang Selatan. Langkah
pemerintah provinsi Banten dalam mengadakan bintek pengembangan sanitasi
lingkungan ini sangat baik. Sanitasi lingkungan adalah salah satu solusi untuk
mengatasi permasalah lingkungan yang ada di Banten. Pada awalnya program
sanitasi lingkungan ini sudah dilaksanakan oleh pemerintah, namun ketidaktahuan
masyarakat akan sanitasi lingkungan cukup menghambat jalannya program ini.
Bimbingan teknologi sanitasi yang
diadakan oleh pemerintah bertujuan untuk mensosialisasikan program ini kepada
masyarakat agar kesadaran masyarakat akan lingkungan terbangun dan masyarakat
mendapatkan wawasan yang lebih mengenai sanitasi lingkungan sehingga masyarakat
dapat ikut serta dalam menjalankan program yang diadakan pemerintah Provinsi
Banten. Pemerintah bukan hanya mensosialisasikan program tersebut, tetapi juga
mengembangkan program sanitasi yang sudah ada sebelumnya.
Program sanitasi lingkungan yang
diadakan oleh pemerintah Provinsi Banten mencakup tiga bidang, yaitu drainase, air limbah dan
persampahan. Tiga cakupan tersebut masing-masing memiliki tujuan dan manfaat.
Drainase adalah suatu daerah resapan air hujan yang memungkinkan air meresap ke dalam tanah. Dalam hal ini
menghindari banjir yaitu luapan air Sungai Ciujung dan air luapan sungai
Ciliwung berasal dari Jakarta. Air limbah yang keluar sebagai produk akhir
pabrik-pabrik industri di Banten sebelum mengalir bebas di sungai-sungai dan
terpakai oleh penduduk disekitar sungai, dilakukan proses pemilahan dan
filtrasi agar bahan-bahan kimia yang terkandung tidak masuk ke lingkungan.
Selanjutnya persampahan juga menjadi salah satu masalah yang membutuhkan
perhatian pemerintah, dalam program ini masalah persampahan dipilah menurut
jenisnya diantarnya yaitu sampah organik dan nonorganik. Pemerintah dalam hal
ini ingin selalu menyelesaikan setiap masalah sanitasi agar terwujudnya
lingkungan Banten yang asri.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Lingkungan hidup di Provinsi Banten kurang berjalan dengan baik karena
kepedulian masyarakatnya akan lingkungan hidup sangat kurang dan juga kesadaran
akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan sangat minim sehingga masih
banyak masyarakat tidak peduli terhadap lingkungan akibatnya lingkungan rusak
karena tidak ada yang merawatnya dan menjaganya.
Saran
Sebaiknya pemerintah lebih memerhatikan lagi akan pentingnya lingkungan
hidup bagi keberlangsungan hidup kita dan juga pemerintah lebih
mesosialisasikannya dulu agar di dalam di dalam diri
masyarakat tumbuh kepeduliannya dan kesadaranya akan lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
http://gagaje.blogspot.com/2013/05/pengertian-sanitasi-dan-hygiene.html
(diakses pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 15.15 WIB)
http://id.wikipedia.org/wiki/Drainase
(diakses pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 15.15 WIB)
http://creasoft.wordpress.com/2008/04/15/sanitasi-lingkungan/
(diakses pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 15.15 WIB)
http://gagaje.blogspot.com/2013/05/pengertian-sanitasi-dan-hygiene.html
(diakses pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 15.15 WIB)
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah
(diakses pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 15.15 WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar