Jumat, 30 Mei 2014

MAKALAH PENGADAAN BINTEK SANITASI DI PROVINSI BANTEN


ISU KRITIS DALAM BIDANG LINGKUNGAN
PENGADAAN BINA TEKNOLOGI SANITASI
DI PROVINSI BANTEN
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan lingkungan sosial budaya





DI SUSUN OLEH
                  Kelas A :                                                    kelas B :
1.      Anisa Rinjani                                       1.  Nenden Nurendah
2.      Dimas Purnomo                                               2. Nia Alfitriani
3.      Imelda                                                 3. Nining Kusumastuti
4.      Aulia                                                    4. Rachmad H.K
5.      Erma                                                    5. Raisha Irene
6.      Intan                                                    6. Syela Nabilah
7.      Eli                                                        7. Teti Sukmawati
8.      Eti                                                        8. Tia Astiani
9.      Desi Rosalina                                       9. Windy Apriani

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2014
KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati, Penulis ucapkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa Pengasih lagi Maha Penyayang yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis telah diberikan kekuatan untuk menyelesaikan penyusunan makalah Pendidikan Lingkungan Sosial dan Budaya dengan judul “Pengadaan Bina Teknologi Sanitasi di Banten”.
Penulisan makalah ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial dan Budaya semester 2 (dua) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang harus diserahkan sebagai tugas mata kuliah tersebut.
Penulis menyadari sepenuhnya dalam penyusunan maupun dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan bagi makalah yang baik. Namun berkat bantuan arahan, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Sebagai ungkapan rasa syukur maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan terlibat dalam penyusunan makalah ini.


Serang,            Mei 2014
                                                                                                                       

Penulis


DAFTAR ISI






BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang


Provinsi Banten berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2000 memiliki luas 8.651,20 km² yang terdiri dari 4(Empat) kabupaten, 4(Empat) kota, 154 kecamatan, 262 kelurahan, dan 1.273 desa. Pulau yang berpotensi bagi masyarakat Provinsi Banten berjumlah sekitar 55 pulau tersebar di wilayah Provinsi Banten maupun di perbatasan wilayah Provinsi Banten. 55 pulau tersebut terbagi ke dalam 3 kabupaten dan 1 kota yang ada di wilayah Provinsi Banten. Sungai di wilayahProvinsi Banten berjumlah sekitar 91 sungai yaitu mengalir di Kabupaten Pandeglang sebanyak 77 sungai, Kabupaten Lebak sebanyak 29 sungai, Kabupaten/Kota Serang sebanyak 9 sungai dan Kabupaten/Kota Tangerang dialiri Sungai Cisadane yang cukup panjang.
Dari sungai-sungai tersebut jika musim penghijunan tiba akan mendatangkan banjir kiriman dari provinsi lain seperti Jakarta, Bogor. Dan masalah tersebut telah terjadi dari tahun ke tahun dan telah mengakibatkan banyak kerugian baik  kerugian material maupun non material.
Bencana banjir tersebut mengundang rasa tanggung jawab pemerintah untuk mengatasinnya. Hal-hal yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Banten salah satunya adalah dengan membuat sanitasi yang mencakup tiga bidang diantanya drainese, air limbah, dan persampahan.



Rumusan Masalah


1.      Apa yang dimaksud dengan Lingkungan?
2.      Bagaimana lingkungan diprovinsi Banten?
3.      Apa yang dimaksud dengan sanitasi?
4.      Bagaimana penerapan sanitasi di provinsi Banten?
5.      Kenapa harus ada sanitasi di provinsi Banten ?

Tujuan


1.      Untuk memahami apa yang dimaksud dengan lingkungan
2.      Untuk mengetahui bagaimana lingkungan diprovinsi Banten
3.      Untuk memahami apa yang dimaksud dengan sanitasi
4.      Mengerti bagaimana penerapan sanitasi di provinsi Banten












BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


A.        Pengertian Lingkungan

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

B.        Pengertian Sanitasi

Pengertian sanitasi ada beberapa yaitu:
  1. Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.
  2. Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang, makanan, tempat kerja atau peralatan agar hygienis (sehat) dan bebas pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang lainnya.
  3. Menurut Dr.Azrul Azwar, MPH, sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
  4. Menurut Ehler & Steel, sanitation is the prevention od diseases by eliminating or controlling the environmental factor which from links in the chain of tansmission.
  5. Menurut Hopkins, sanitasi adalah cara pengawasan terhadap factor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.

 

Ruang Lingkup Sanitasi


Berdasarkan pengertiannya yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu upaya pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Di dalam Undang-Undang Kesehatan No.23 tahun 1992 pasal 22 disebutkan bahwa kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, yang dapat dilakukan dengan melalui peningkatan sanitasi lingkungan, baik yang menyangkut tempat maupun terhadap bentuk atau wujud substantifnya yang berupa fisik, kimia, atau biologis termasuk perubahan perilaku.
Kualitas lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia, melalui pemukiman antara lain rumah tinggal dan asrama atau yang sejenisnya, melalui lingkungan kerja antra perkantoran dan kawasan industry atau sejenis. Sedangkan upaya yang harus dilakukan dalam menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan adalah obyek sanitasi meliputi seluruh tempat kita tinggal/bekerja seperti: dapur, restoran, taman, public area, ruang kantor, rumah dsb.

D.        Sistem Pembuangan

Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Batasan lain mengatakan bahwa air limbah adalah kombinasi dari cairan dan sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran dan industri, bersama-sama dengan air tanah, air permukaan dan air hujan yang mungkin ada (Haryoto Kusnoputranto, 1985).
Dari batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa air buangan adalah air yang tersisa dari kegiatan manusia, baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan lain seperti industri, perhotelan, dan sebagainya. Meskipun merupakan air sisa, namun volumenya besar, karena lebih kurang 80% dari air yang digunakan bagi kegiatan-kegiatan manusia sehari-hari tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor (tercemar). Selanjutnya air limbah ini akhirnya akan mengalir ke sungai dan laut dan akan digunakan oleh manusia lagi. Oleh sebab itu, air buangan ini harus dikelola atau diolah secara baik.
Air limbah ini berasal dari berbagai sumber, secara garis besar dapat dikelompokan sebagai berikut :
1. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga (domestic wastes water), yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah ini terdiri dari ekskreta (tinja dan air seni), air bekas cucian dapur dan kamar mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organic.
2. Air buangan industri (industrial wastes water), yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses produksi. Zat-zat yang tergantung di dalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industri, antara lain : nitrogen, logam berat, zat pelarut dan sebagainya. Oleh sebab itu pengolahan jenis air limbah ini, agar tidak menimbulkan polusi lingkungan memnjadi rumit.
3. Air buangan kotapraja (municipal wastes water), yaitu air buangan yang berasal dari daerah : perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan air limbah rumah tangga.
Karakteristik air limbah perlu dikenal, karena hal ini akan menentukan cara pengolahan yang tepat, sehingga tidak mencemari lingkungan hidup. Secara garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan menjadi sebagai berikut:
1. Karakteristik fisik
Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan padat dan suspensi. Terutama air limbah rumah tangga, biasanya berwarna suram seperti larutan sabun, sedikit berbau. Kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, berwarna bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja, dan sebagainya.
2. Karakter kimiawi
Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organik berasal dari penguraian tinja, urine dan sampah-sampah lainya. Oleh sebab itu, pada umumnya bersifat basah pada waktu masih baru, dan cenderung ke asam apabila sudah memulai membusuk. Substansi organic dalam air buangan terdiri dari dua gabungan, yakni :
a. Gabungan yang mengandung nitrogen, misalnya: urea, protein, amine, dan asam amino.
b. Gabungan yang tak mengandung nitrogen, misalnya: lemak, sabun, dan karbuhidrat, termasuk selulosa.
3. Karakteristik bakteriologis
Kandungan bakteri pathogen serta organisme golongan coli terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana sumbernya, namun keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air buangan.
Sesuai dengan zat-zat yang terkandung di dalam air limbah ini, maka air limbah yang tidak diolah terlebih dahulu akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup antara lain :
a. menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit, terutama: kholera, typhus abdominalis, desentri baciler.
b. Menjadi media berkembang biaknya mikroorganisme pathogen.
c. Menjadi temoat-tempat berkembang biaknya nyamuk atau tempat hidup larva nyamuk.
d. Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap.
e. Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah, dan lingkungan hidup lainya.
f. Mengurangi produktivitas manusia, karena orang bekerja dengan tidak nyaman, dan sebagainya.
Pengolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah tersebut. Secara ilmiah sebenarnya lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan yang timbul karena pencemaraan air limbah tersebut. Namun demikian, alam tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya, sehingga air limbah perlu dibuang.
Beberapa cara sederhana pengolahan air buangan antara lain sebagai berikut :
1. Pengeceran (dilution)
Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah, kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Tetapi, dengan makin bertambahnya penduduk, yang berarti makin meningkatnya kegiatan manusia, maka jumlah air limbah yang harus dibuang terlalu banyak, dan diperluka air pengenceran terlalu banyak pula, maka cara ini tidak dapat dipertahankan lagi. Disamping itu, cara ini menimbulkan kerugian lain, diantaranya : bahaya kontaminasi terhadap badan-badan air masih tetap ada, pengendapan yang akhirnya menimbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air, seperti selokan, sungai, danau, dan sebagainya. Selanjutnnya dapat menimbulkan banjir.
2. Kolam Oksidasi (Oxidation ponds)
Pada prinsipnya cara pengolahan ini adalah pemanfaatan sinar matahari, ganggang (algae), bakteri dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah dialirkan kedalam kolam berbentuk segi empat dengan kedalaman antara 1-2 meter. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman, dan didaerah yang terbuka, sehingga memungkinkan memungkinkan sirkulasi angin dengan baik.
3. Irigasi
Air limbah dialirkan ke parit-parit terbuka yang digali, dan air akan merembes masuk kedalam tanah melalui dasar dan dindindg parit tersebut. Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk pengairan ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk pemupukan. Hal ini terutama dapat dilakukan untuk air limbah dari rumah tangga, perusahaan susu sapi, rumah potong hewan, damn lain-lainya dimana kandungan zat-zat organik dan protein cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman.

E.         Pengertian Drainase


Drainase adalah lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia. Dalam bahasa Indonesia, drainase bisa merujuk pada parit di permukaan tanah ataugorong-gorong di bawah tanah. Drainase berperan penting untuk mengatur suplai air demi pencegahan banjir.
Manajemen sampah yang tidak bagus dapat menyebabkan tersumbatnya sistem drainase, yang bisa menyebabkan meluapnya air akibat berkurangnya debit air yang dapat ditampung dan disalurkan oleh drainase.
Pertambahan jumlah penduduk juga menjadi masalah sendiri bagi daya tampung drainase. Meningkatnya jumlah penduduk berarti bertambahnya infrastruktur, yang diiringi oleh bertambahnya jumlah limbah yang dikeluarkan ke lingkungan.

 

F.         Pengertian Pengelolaan Sampah


Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan , pendaurulangan, atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam. Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dan keahlian khusus untuk masing-masing jenis zat.







BAB III

PEMBAHASAN

 

Artikel


Dirilis oleh Neng - Senin, 28 April 2014 | 19:47:03 WIB - 80 kali tayang
http://www.fakta-indonesia.com/media/news/24645398-neng.jpg
Fakta-Indonesia.Com
Banten, - Pemerintah Prov.Banten dalam menjalankan roda pemerintahan untuk membangun program yang selalu berjalan setiap se tahun sekali, dalam program pembangunan nya di bidang Sumber Daya Air dan Pemukiman Provinsi Banten mengadakan Bimbingan Tekhnis Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sanitasi Lingkungan, acara kegitan ini di laksanakan di Hotel Mambruk Anyer beberapa hari yang lalu.
Ir.H.Iing Suwargi Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman Prov.Banten mengatakan di ruang kerja nya, bahwa program kegitan Bimbingan Tekhnis  untuk peningkatan pengembangan sanitasi lingkungan ini, di karenakan jumlah penduduk di wilayah Provinsi Banten semakin bertambah dan juga semakin meningkat laju urbanisasi yang terus menerus , sehingga kebutuhan untuk penyediaan sarana dan prasarana penyehatan lingkungan permukiman atau di kenal dengan nama sanitasi semakin meningkat, karena untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat itu sendiri. Dalam sanitasi lingkungan terdiri dari tiga bidang diantara nya drainase, air limbah dan persampahan, sanitasi sendiri sangat berpengaruh kepada pengurangan angka kemiskinan, berkurang nya angka kematian anak, penghematan terhadap anggaran dan juga peningkatan produktifitas perempuan. Khusus pada bidang drainase Pemerintah Daerah masih memiliki pekerjaan rumah yang berkaitan dengan isu-isu strategis untuk masalah penanganan banjir tahunan, seperti daerah di Kabupaten Serang terletak di Desa Carenang, Kragilan, dan Ciwandan, Kabupaten Pandeglang di Kecamatan Patia, Sobang, Pagelaran, dan Panimbang, Kabupaten Lebak Kecamatan Wasalam dan Cibinuangeun, untuk Kabupaten Tangerang terdiri dari sungai Cidurian, Sungai Cisadane, Sungai Cimanceuri, dan Kali Sabi, dan untuk Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan harus di revalitasi drainase kota untuk menangani banjir perkotaan dan banjir tahunan, dan Kota Cilegon dalam penagnanan banjir perkotaan nya di karenakan luapan sungai Cijalupang. Ungkap nya
Ir.IIng menambahkan, pihak kami akan menargetkan dan memprioritaskan untuk mengurangi luas areal pada genangan yang selama ini sering terjadi akibat banjir, karena permasalahan yang kita hadapi sekarang ini rendahnya kinerja saluran dranase yang ada di wilayah Kab / Kota Prov.Banten, untuk itu kami mengharapkan masyarakat Banten lebih mengerti untuk penangnan masalah banjir ini, sehingga masyarakat Banten dapat hidup sehat dan nyaman dengan lingkungan yang bersih. Dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) tersedia nya system jaringan drainase skala kawasan Kota, sehingga tidak terjadi genangan lebih dari 30 cm selama per jam dan tidak lebih dari 2 kali se tahun sebesar 50 % pada tahun 2014 ini, kami berharap pada tahun 2014 ini dapat mencapai 100 %, dan kami mengharapkan kepada Kab / Kota yang belum mempunyai  rencana induk system drainase perkotaan maupun penerapan o/p secara konsisten, karena wilayah Kab / Kota yang sering terjadi tergenang banjir akan memerlukan kolam retensi (Polder) karena tidak semua daerah mampu membangun nya dan memerlukan upaya dan waktu agar pemerintah pusat memberikan dan stimulant. Sekali lagi saya sangat mengharapkan agar program kegiatan  Bimbingan Tekhnis Peningkatan SDM Pengembangan Sanitasi Lingkungan menjadi opini public sarana berbagi informasi serta terwujud nya hubungan kerja sama yang baik antara Pemerintah Daerah Kab / Kota dan Pemerintah Pusat.
Di tempat terpisah Adib Solichin ST.MT.Msi Kepala Seksi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman Prov.Banten mengatakan di ruang kerja nya, dengan dilaksanakan Bimbingan Tekhnis Peningkatan SDM Pengembangan Sanitasi Lingkungan ini, di harapkan upaya-upaya untuk meningkatkan akses sanitasi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, pada tahun 2012 yang lalu akses sudah mencapai 60 % dan menempatkan Prov.Banten sebagai 10 besar untuk akses sanitasi terbaik, dalam kegiatan ini dalam rangka meningkatkan SDM dalam peningkatan sarana dan prasarana sanitasi khusus nya pada bidang drainase perkotaan yang berbasis lingkungan dan berbasis masyarakat. Acara ini di hadiri 34 peserta dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) bidang Keciptakaryaan tingkat Kab / Kota se Prov.Banten, dan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Prov.Banten serta seksi perencanaan dan pengawasan tekhnik pada Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman Prov.Banten, kami mengharapkan kepada pihak Kab / Kota Prov.Banten untuk membantu menjalankan program kegiatan ini, dan kami juga meminta untuk  masing-masing Kab / Kota untuk  merencanakan kegiatan pada pengembangan sarana dan prasarana sanitasi yang ada di wilayah Prov.Banten. Ungkap Adib (Neng)

Studi Kasus


Lingkungan di provinsi Banten yang sering terkena banjir akibat luapan sungai-sungai maupun banjir kiriman dari kota lain menyebabkan banyak masalah, terutama di kota-kota besarnya seperti kota Serang dan Tangerang Selatan. Langkah pemerintah provinsi Banten dalam mengadakan bintek pengembangan sanitasi lingkungan ini sangat baik. Sanitasi lingkungan adalah salah satu solusi untuk mengatasi permasalah lingkungan yang ada di Banten. Pada awalnya program sanitasi lingkungan ini sudah dilaksanakan oleh pemerintah, namun ketidaktahuan masyarakat akan sanitasi lingkungan cukup menghambat jalannya program ini.
            Bimbingan teknologi sanitasi yang diadakan oleh pemerintah bertujuan untuk mensosialisasikan program ini kepada masyarakat agar kesadaran masyarakat akan lingkungan terbangun dan masyarakat mendapatkan wawasan yang lebih mengenai sanitasi lingkungan sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam menjalankan program yang diadakan pemerintah Provinsi Banten. Pemerintah bukan hanya mensosialisasikan program tersebut, tetapi juga mengembangkan program sanitasi yang sudah ada sebelumnya.
            Program sanitasi lingkungan yang diadakan oleh pemerintah Provinsi Banten mencakup tiga bidang, yaitu drainase, air limbah dan persampahan. Tiga cakupan tersebut masing-masing memiliki tujuan dan manfaat. Drainase adalah suatu daerah resapan air hujan yang memungkinkan air  meresap ke dalam tanah. Dalam hal ini menghindari banjir yaitu luapan air Sungai Ciujung dan air luapan sungai Ciliwung berasal dari Jakarta. Air limbah yang keluar sebagai produk akhir pabrik-pabrik industri di Banten sebelum mengalir bebas di sungai-sungai dan terpakai oleh penduduk disekitar sungai, dilakukan proses pemilahan dan filtrasi agar bahan-bahan kimia yang terkandung tidak masuk ke lingkungan. Selanjutnya persampahan juga menjadi salah satu masalah yang membutuhkan perhatian pemerintah, dalam program ini masalah persampahan dipilah menurut jenisnya diantarnya yaitu sampah organik dan nonorganik. Pemerintah dalam hal ini ingin selalu menyelesaikan setiap masalah sanitasi agar terwujudnya lingkungan Banten yang asri.



















BAB IV

PENUTUP

 

Kesimpulan


Lingkungan hidup di Provinsi Banten kurang berjalan dengan baik karena kepedulian masyarakatnya akan lingkungan hidup sangat kurang dan juga kesadaran akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan sangat minim sehingga masih banyak masyarakat tidak peduli terhadap lingkungan akibatnya lingkungan rusak karena tidak ada yang merawatnya dan menjaganya.

 

Saran


Sebaiknya pemerintah lebih memerhatikan lagi akan pentingnya lingkungan hidup bagi keberlangsungan hidup kita dan juga pemerintah lebih mesosialisasikannya dulu agar di dalam di dalam diri masyarakat  tumbuh kepeduliannya dan kesadaranya akan lingkungan.








DAFTAR PUSTAKA


http://gagaje.blogspot.com/2013/05/pengertian-sanitasi-dan-hygiene.html (diakses pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 15.15 WIB)
http://id.wikipedia.org/wiki/Drainase (diakses pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 15.15 WIB)
http://creasoft.wordpress.com/2008/04/15/sanitasi-lingkungan/ (diakses pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 15.15 WIB)
http://gagaje.blogspot.com/2013/05/pengertian-sanitasi-dan-hygiene.html (diakses pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 15.15 WIB)
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah (diakses pada tanggal 28 Mei 2014 pukul 15.15 WIB)



                 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar