Tak ada mimpi yang sempurna
Sebab semesta hanya mengizinkan ia disempurnakan
Dengan tawa-tawa dan kegilaan
Tak ada cerita yang benar-benar sempurna
Sebab semesta hanya mengizinkan ia dibuat untuk menyempurnakan
Cerita-cerita orang gila yang tak sempurna dengan mimpinya
Semesta tak mengizinkan aku atau kamu menjadi sempurna
Sebab ia menghendaki kita untuk saling menyempurnakan
Dalam kepatahan-kapatahan
Kesusahan dan kesenangan
Dari ketiadaan-ketiadaan yang menguras seluruh kebahagiaan
Melengkapi adalah tugas-tugas menuju penyempurnaan
Semesta pula tak menghendaki setiap bahagia manusia menjadi sempurna
Sebab ia perlu air mata kesedihan untuk mengenang luka, sehingga tau bagaimana menghargai keberadaan tawa
Apalah kita meminta semesta mengerti bahwa aku ingin kamu
Pemaksaan bodoh dan radikal
Tapi aku meminta janji bahwa kamu ingin aku
Sehingga kita memaksa semesta mempertimbangkan
Aku dan kamu yang saling meng-ingini.
Bibirku kelu, puisi dalam hatiku terus bergema.. Jemariku dengan lincahnya memainkan pena.. Masih banyak puisi yang belum aku tulis.. Aku tak boleh berhenti!
Selasa, 04 April 2017
Bola Matamu
Aku suka bola matamu
Binarnya menyejukkan
Terlebih ia memantulkan bayangku
Senyumku terlihat lebih manis disana
Kalau bayang itu hilang disana,
Aku harus cari dimana?
Bagaimana kalau kita buat ceritanya:
Setiap bangun pagi
Aku melihat wajah yang bantal sekali itu
Mengelus rambutmu dengan lembut,
Kamu terbangun dengan senyum.
Aku melihat bayang diriku, senyum manisku, di binar matamu.
Aku mengacak-acak rambut yang ku elus lembut itu.
Kita tertawa.
Engkau memelukku sangat erat.
Aku sangat suka bola matamu.
Bola mata yang selalu memantulkan 'aku' disana.
Aku minta, boleh?
Binarnya menyejukkan
Terlebih ia memantulkan bayangku
Senyumku terlihat lebih manis disana
Kalau bayang itu hilang disana,
Aku harus cari dimana?
Bagaimana kalau kita buat ceritanya:
Setiap bangun pagi
Aku melihat wajah yang bantal sekali itu
Mengelus rambutmu dengan lembut,
Kamu terbangun dengan senyum.
Aku melihat bayang diriku, senyum manisku, di binar matamu.
Aku mengacak-acak rambut yang ku elus lembut itu.
Kita tertawa.
Engkau memelukku sangat erat.
Aku sangat suka bola matamu.
Bola mata yang selalu memantulkan 'aku' disana.
Aku minta, boleh?
Langganan:
Postingan (Atom)