Nama
Masjid : Baitul Muhlishin
Alamat
Masjid : Kampung Catih
RT 01/05 Desa Cipete Kecamatan Curug Kota Serang.
Nama Program : BINA KAMPUNG BANGKIT BERBASIS
MASJID
Tujuan :
1. Meningkatkan kualitas remaja yang islami
2.
Menjaga
kebersihan masjid yang terlihat kurang
terawat
3.
Meningkatkan
kesadaran masyarakat akan penting menjaga kebersihan
4. Mengadakan
pemasukan masjid untuk keperluan masjid
5. Meningkatakan
ukhuwah islamiyah antar masyarakat di
kampung Catih serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT
6. Meningkatkan
kuantitas dan kualitas ibadah sebagai rasa syukur terhadap Allah SWT
Jenis Kegiatan :1. Remaja masjid
2. PHBI
(Peringatan Isra Mi’raj)
3. Jum’at
Bersih
4. Kas Masjid
5. Les setara
SD
Manfaat :
1.
Meningkatkan kualitas remaja dengan
mengadakan kegiatan kegiatan edukatif serta memberikan pengetahuan umum kepada
remaja dalam meningkatkan kreativitas.
2.
Memberikan kesadaran kepada masyarakat
tentang makna isra’ mi’raj serta mempererat ukhuwah islamiyah sesama warga.
3.
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya kebersihan demi menjamin kesehatan.
4.
Bermanfaat agar pemasukan masjid dapat
teroganisir dengan baik
5.
Memberi pengetahuan tambahan kepada
anak-anak setara SD serta membantu anak-anak jika ada pelajaran yang tidak
dimengerti di sekolah.
Waktu pelaksanaan : 05 April 2014 – 31 Mei 2014.
PROGRAM
KEGIATAN TERLAKSANA
No.
|
Kegiatan
|
Penerima manfaat
|
Penanggung jawab
|
Pembiayaan
|
Ket
|
1
|
Remaja
masjid
|
35
remaja putri
|
Nia
Alfitriyani
|
Rp.200.000,-
|
Swadaya
|
2
|
LES
setara SD
|
60
anak-anak setara SD
|
Tanti
Husnul Huluki
|
Rp.
100.000,-
|
Swadaya
|
PROGRAM KEGIATAN TIDAK
TERLAKSANA
No
|
Kegiatan
|
Penerima
manfaat
|
Penanggung
jawab
|
Ket
|
1
|
PHBI
(Peringatan Isra’ mi’raj)
|
Masyarakat
Kp. Catih
|
Syifa
Yusrina
|
Tidak adanya kesiapan pelaksana dalam
melaksanakan kegiatan PHBI serta tidak adanya kesetujuan sesepuh kampung
serta pengurus masjid jika dilaksanakan dengan segera sedangkan kegiatan kami
berakhir pada akhir Mei.
|
2
|
Jum’at
bersih
|
Masyarakat
Kp. Catih
|
Solehat
|
Tidak adanya warga yang ikut
berpastisipasi dan bentroknya jadwal hari jum’at dengan kesibukan pelaksana.
|
3
|
KAS
masjid
|
Masyarakat
Kp. Catih
|
Windy
Apriani
|
Kurangnya komunikasi pelaksana dengan
pengurus masjid. Setelah pelaksana memeriksa kembali ternyata kas masjid
sudah ada dengan pungutan biaya Rp. 5.000,- perbulan tiap rumah.
|
Tim Pelaksana
Ketua : Solehat
Anggota : 1. Nia Alfitriyani
2.
Rika Alawiyah
3.
Siti Yena
Nurazizah
4. Syifa
Yusrina
5. Tanti Husnul
Huluki
6. Tia Astiani
7. Tyas Edistya
Suryandari
8. Windy
Apriani
Ketua DKM Ketua
Tim/Pementor
(Syarif) (Solehat)
Laporan Lengkap
A.
Deskripsi Masjid dan Masyarakat Kampung
Catih
Masjid
Baitul Muhlisin terletak di Kampung Catih RT 05/02 Desa Cipete Kecamatan Curug
Kota Serang. Masjid ini merupakan satu-satunya masjid di kampung Catih sehingga
kegiatan peringatan hari besar dan shalat jum’at di lakukan di masjid ini.
Masjid
Baitul Muhlisin dibangun secara swadaya, masjid yang tidak diketahui sejak
kapan berdirinya ini cukup berumur lama, sebab masjid ini ada sudah turun
temurun kemudian mengalami perbaikan-perbaikan hingga menjadi masjid yang
sekarang.
Masjid
ini tidak mempunyai struktur kepengurusan. Masjid diurus oleh pak Syarif yang
merupakan ketua RT di kampung tersebut. Pak Syarif memungut biaya sebesar Rp. 5.000,-
setiap bulan kepada setiap kepala keluarga di kampung Catih untuk pemasukan
dana masjid serta keperluan listrik dan lain-lainnya.
Masjid
Baitul Muhlisin sering terlihat sepi dari kegiatan-kegiatan agama masyarakat
kampung Catih. Masjid ini hanya dipakai untuk shalat jum’at, shalat jama’ah
bagi laki-laki, serta pengajian laki-laki setiap malam Jum’at. Hal ini
dikarenakan masyarakat kampung catih percaya bahwa masjid tempat yang suci
sehingga tidak patut untuk dijadikan tempat bagi kegiatan lain seperti belajar
maupun dijadikan tempat beribadah perempuan. Bagi perempuan ibadah bisa dilaksanakan
di madrasah yang berada di sebelah masjid.


Madrasah
dan pondok pesantren Madrijul Ulum yang di kepalai Ustadz Sholihin ini
merupakan pusat kegiatan di kampung Catih. Dimulai dari tempat belajar
anak-anak, pengajian ibu-ibu, tempat ibadah ibu-ibu, rapat-rapat warga, serta
kegiatan peringatan hari-hari besar diadakan di tempat ini. Madrasah dan pondok
pesantren ini didirikan pada tahun 1999 dengan dana swadaya masyarakat serta
donator, dibangun dengan model tradisional. Kini ada 40 santri yang menetap
sedangkan jika dijumlahkan dengan santri yang tidak menetap sekitar 80 santri.
Masyarakat
kampung Catih mayoritas adalah seoarang petani. Jumlah kepala keluarga sebanyak
75 kepala keluarga. Kebanyakan tingkat pendidikan di kampung tersebut hanya
sampai SMP, bagi remaja laki-laki kebanyakan merantau untuk mencari pekerjaan
dan remaja perempuan banyak yang menikah muda.
B.
Kegiatan Pemberdayaan Bina Kampung
Bangkit Berbasis Masjid
1.
Remaja Masjid
a.
Tujuan
Meningkatkan kualitas remaja dengan
mengadakan kegiatan kegiatan edukatif serta memberikan pengetahuan umum kepada
remaja dalam meningkatkan kreativitas.
b.
Kelompok sasaran
Remaja
perempuan di kampung Catih
c.
Kegiatan
Dimulai
dari perkenalan kami terhadap remaja yang berada di kampung Catih, kami
membicarakan tujuan serta maksud kami datang di kampung Catih dan menjelaskan
program kerja yang akan kami lakukan.
Program
kerja pertama kami melakukan mentoring kepada remaja perempuan dikemas kedalam
bentuk penyuluhan. Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi ini digabung dengan
kelompok Mawar yang berada di kampung sebelah. Kami mengundang dua pemateri,
masing-masing adalah mahasiswa dari kebidanan Aisyiah dan dari kebidanan Bina
Husada. Pada penyuluhan ini kami memberikan informasi kepada para remaja
perempuan tentang penyakit-penyakit pada alat reproduksi serta cara pencegahan
terkena penyakit reproduksi tersebut.
Selain
melakukan mentoring kepada para remaja kami juga memberikan pengetahuan tentang
keterampilan dan berwirausaha. Salah satunya kami praktikan dengan melakukan
keterampilan membuat bross dan gantungan kunci yang terbuat dari kain planel.
d. Respon
warga
Respon
para remaja terhadap kegiatan ini sangat baik, mereka sangat antusias serta
sangat berterimakasih karena ilmu yang telah kami bagikan. Begitupun juga
respon dari masyarakat sendiri sangat baik, seperti bu ustadzah, pak RT serta
yang lainnya bahwa kegiatan ini sangat baik dilakukan dan tepat sasaran,
mengingat remaja perempuan di kampung Catih kebanyakan hanya berdiam diri di
rumah saja. Dengan adanya kegiatan ini mereka semakin terampil.
e. Dampak
Perubahan
Dampak
perubahan yang terjadi pada masyarakat di kampung Catih khususnya para remaja
nya sangat jelas ada. Kami melakukan wawancara kepada beberapa anggota remaja
masjd, setelah melakukan banyak kegiatan remaja seperti mentoring, penyuluhan
kesehatan reproduksi, serta keterampilan dan berwirausaha mereka menjadi tahu
bagaimana mencegah penyakit reproduksi seperti lebih sering mengganti celana
dalam, menggunakan sabun sirih dalam seminggu sekali, serta pesan moralnya
seperti menghindari seks bebas, rokok, dan yang lainnya. Ada juga tips-tips
yang diberikan ketika kegiatan penyuluhan yang mereka sangat ingat, khususnya
perempuan sering merasa sakit ketika haid maka disini mereka menjadi tahu
bagaimana cara menanganinya.
Adapun
dari kegiatan yang bersifat keterampilan dan berwirausaha mereka jadi mempunyai
jiwa wirausaha, bahkan ada dari mereka mengatakan ingin membuka bisnis souvenir
pernikahan berupa keterampilan untuk membantu suami nya nanti.
2. LES
setara SD
a. Tujuan
Memberi pengetahuan tambahan kepada
anak-anak setara SD serta membantu anak-anak jika ada pelajaran yang tidak
dimengerti di sekolah.
b.
Kelompok sasaran
Anak-anak setara SD di kampung Catih
c.
Kegiatan
Kegiatan kami dalam memberikan
pelajaran tambahan kepada anak-anak setara sekolah dasar di kampung catih di
awali dengan mata pelajaran bahasa inggris. Alasan kami memilih bahasa inggris
adalah karena setelah melakukan survei terlebih dahulu kepada anak-anak
tersebut, mereka merasa kesusahan dalam pelajaran bahasa inggris selain itu
mereka merasa senang untuk mempelajarinya. Dengan tema anggota badan, kami
menjelaskan kepada mereka satu persatu serta menyanyikannya bersama. Belajar
sambil bermain ini dirasa sangat cocok dengan mereka. Mereka lebih cepat paham
dan hafal.
Selain belajar bahasa inggris tentang
anggota tubuh, kami mengajarkan tentang warna-warna dan kemudian dinyanyikan.
Bagi yang bisa langsung hafal dan mau maju ke depan kami berikan reward berupa
kue. Hal ini mengundang mereka untuk aktif dalam pembelajaran.
Setelah pembelajaran bahasa inggris, di
minggu berikutnya kami mengajarkan ilmu pengetahuan alam tentang pengelompokkan
hewan yang sederhana seperti ampibi, reptil, aves, mamalia, pisces, serta
serangga. Disana kami buat dalam kelompok-kelompok dan menyelesaikan tugas
berupa penjodohan kata. Mereka sangat antusias sekali ditambah dengan janji
hadiah yang akan kami berikan kepada kelompok yang terbaik, mereka semakin
bersemangat.
Anak-anak
ini justru ingin belajar terus dan meraih mimpi mereka dalam keterbatasan
mereka. Kami yakinkan kepada mereka bahwa tak ada yang tidak mungkin. Belajar
terus!
d.
Respon warga
Respon
anak-anak sangat antusias dan bersemangat serta masyarakat pun sangat
mengapresiasi kegiatan ini karena sangat membantu anak-anak mereka dalam
belajar, di samping itu dorongan semangat meraih mimpi kepada anak-anak
berakibat besar kepada kemauan mereka untuk terus belajar dan melanjutkan
pendidikan.
e.
Dampak perubahan
Perubahan
yang dirasakan anak-anak berupa semangat yang semakin meninggi dalam belajar,
menjadi rajin belajar, dan mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi.
C.
Saran dan Tindak Lanjut
Kami
sangat mengharapkan bahwa kegiatan yang kami lakukan selama berada di kampung
catih dapat terus berlanjut meskipun kami telah selesai melakukan kegiatannya.
Dengan demikian kami memberikan pengertian dan masukan kepada para remaja
disana dalam kegiatan mentoring untuk melanjutkan program kami.