Jumat, 20 Juni 2014

Bila Ayah Datang Kembali

Bila ayah datang kembali,
Pesan yang kemarin kau katakan mungkin tak akan ku katakan sebagai pesan terakhir. Andai aku tahu itu pesan terakhirmu, aku pasti mendengarnya dengan seksama, dengan perhatian penuhku, tak akan lagi ku katakan ini dan itu. Mulutku akan kunci seribu bahasa. Aku akan mendengarkannya seluruh dari awal sampai akhirnya. Akan ku hafalkan setiap katanya. Sampai engkau mengakhiri kata terakhir itu dengan senyummu, bukan dengan rasa khawatir. Ayah, bila ayah datang lagi untuk mengulangnya, aku sungguh ingin beribu-ribu nasihat lagi.
Bila ayah datang kembali,
Tak akan ku katakan “nanti saja, yah” ketika engkau menyuruhku untuk shalat. Akan segera ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi, lalu ku ambil air wudzu. Bahkan, aku ingin kita berjamaah bersama-sama lagi. Seperti waktu maghrib itu, engkau sungguh imam tangguh. Bila ayah masih bisa memarahiku hari ini, sungguh aku ingin kau pecuti aku kala ku mengabaikan nasihat dan perintah shalat itu. Bila ku tahu hari ini kau akan pergi, sungguh aku ingin setiap waktu berjamaah denganmu lagi. Bila ku tahu sedari dulu kelakuanku yang sering mengabaikan perintah shalatmu akan sangat menyiksamu, sungguh aku tak ingin lakukan itu sekalipun seumur hidupku. Ayah, bila engkau datang lagi, aku berjanji tak akan ku abaikan perintah dan nasihatmu lagi.
Bila ayah datang kembali,
Aku tak akan melawan ibuku lagi. Aku tahu kemarahanmu selalu ada pada kesedihan wajah ibu karena bertengkar denganku. Sungguh aku tak menyangka perlakuanku begitu melukai perasaan engkau dan bidadarimu. Lihat ayah, aku bersama ibu hidup rukun, kami selalu melakukan hal-hal yang biasa kita lakukan dulu bersama-sama. Andai saja ayah masih disini, kebahagiaan ini akan semakin lengkap. Terakhir kali aku masih ingat di ruang keluarga sore itu, engkau mencandai ibu dengan lucunya kemudian kita tertawa bersama. Ayah, aku rindu. Bila ayah datang kembali, aku tak akan pernah membuat wajah ibu sedih lagi.
Bila ayah datang kembali,
Aku akan selalu tutup seluruh badanku dari yang bukan makhramku. Ribuan nasihatmu agar aku menutup aurat sering ku abaikan. Sekarang aku begitu mengerti yah, nasihat itu penyelamatku. Aku terselamatkan dari lelaki yang tak baik, dari orang-orang yang berniat buruk, serta dari api neraka. Andai sedari dulu aku tahu jika sehelai rambutku saja terlihat oleh yang bukan mahkramku akan menjadi api neraka bagimu, aku pasti sudah menutup rapat-rapat. Andai ayah datang kembali, aku tak akan berani lagi memakai baju-baju pendek itu, aku tak akan berani lagi memamerkan kilaunya rambutku. Semoga Allah mengampuni keterlambatanku dalam menyadari, semoga Allah mengampunimu.
Bila ayah datang kembali,
Tak ingin lagi aku berteman dengan orang-orang yang kau larang waktu itu. Aku tahu laranganmu sangat baik untukku. Ketidaksadaranku waktu itu begitu membutakanku,yah. Mereka menilaiku sama dengan teman-temanku itu, padahal aku tak berkelakuan sama dengan mereka. Aku hanya ikut bergabung dan nongkrong dengan mereka. Ayah, datang lagi yah.. lihat sekarang aku bergaul dan berkumpul bersama orang shalih dan shalihah. Seperti nasihatmu yah.
Bila ayah datang kembali,
Tak akan ku habiskan waktuku bersama teman-temanku terlalu banyak seperti waktu dulu. Aku baru merasakan, betapa kesepiannya dirimu kah? Serindu inikah ayah untuk mengobrol denganku seperti saat ini aku rindu ingin mengobrol dan bercanda denganmu lagi.

Begitu besar kasih sayangmu meski cintamu tinggal dalam diam. Dibalik sikap dingin itu ada rasa perduli yang melebihi aku memperdulikan diriku sendiri. Tak pernah berbicara terlalu banyak seperti ibu yang khawatir jika magh-ku akan kambuh, namun engkau datang membawakan sarapan. Tak pernah secara langsung engkau katakan do’amu seperti ibu yang selalu mengatakan semoga ujianku berhasil namun setiap malam engkau bangun untuk menyebut namaku dalam do’amu. Tak pernah secara langsung engkau lontarkan pujian seperti ibu yang selalu bilang aku anak hebat karena meraih rangking 1 di kelas tapi engkau sediakan kado atas keberhasilanku. Besar kasih sayangmu, aku baru menyadarinya justru setelah engkau tak akan datang kembali.
Bila ayah datang kembali, pasti aku ubah semua sifat burukku. Aku tak ingin menyusahkanmu di dunia maupun di akhirat. Aku akan lebih memperhatikanmu seperti engkau memperhatikanku dalam kehangatan hati yang terbungkus dengan dinginnya sikapmu. Aku pasti akan mendengarkan semua nasihat-nasihat baik itu. Pasti yah. Andai saja engkau bisa kembali kesini.


*Best inspiration : Ade Cucum Sumini

Teruntuk ayahanda tercinta, Bapak Wawan Nawawi. Tak akan ku lupakan nasihat yang paling membekas di lubuk hati terdalam ini.“Manusia semua sama, yang beda ada kemauan dan kerja keras. Berdo’a, berusaha dengan sungguh-sungguh. Insyaallah cita-cita tercapai.”Aku semakin yakin dengan mimpiku, dan aku pasti mampu menggapainya. Tak ingin ku lakukan kesalahan sehingga menyusahkan engkau di dunia ini maupun di akhirat nanti. Aku tak ingin menyesal karena telah melakukan hal-hal yang sia-sia sehingga ada kata “Bila ayah datang kembali”. Aku akan melakukan yang terbaik demi cinta kasih putihmu yang tulus. Meski baru-baru saja aku menyadarinya dalam sosok diammu. Aku tak akan mengecewakanmu. Insyaallah. Selagi engkau masih ada di hadapanku, aku tak akan bosan menatap wajah yang penuh perjuangan demi diriku. Selagi engkau masih mampu memarahiku, dalam hatiku bersyukur bahagia penuh suka cita masih ku bisa rasakan omelan yang membahagiakan yang mungkin orang lain merindukan hal seperti ini. Aku bersyukur, aku telah menyadari kasih sayangmu ketika kau masih bisa ku peluk haru. Terimakasih Ayah. 

Jumat, 13 Juni 2014

Ku Temukan Diriku dan Tuhanku

Kepada sang pemilik hati, sujud syukur ku panjatkan segala pujian memuji diriMu..
Segudang rasa syukurku karena aku masih diberikan getar-getar hati ini ketika  mendengar namaMu..
Segenap jiwaku mengagungkanMu karena detik ini masih ku bisa nikmati cahayaMu yang sempat padam..
Terimakasih, Ya Rabbi..
Kau terangi langkahku,
Membuka semua fikiranku yang sempat tertutupi kabut duniawi..
Istiqamahkan aku dalam segala perbaikan ini

Tak terhitung berapa kali aku tinggalkan shalatku,
Tak terhitung berapa kali ku umbar auratku kepada yang bukan mahramku..
Tak terhitung berapa kali ku lawan perkataan orangtuaku,
Tak mampu ku hitung berapa kali aku membentak ibuku, melawan nasihat bapakku,
Tak mampu ingat kembali kapan terakhir kali ku lantunkan ayat suci alqu’an itu..
Tak mampu aku melawan nafsuku,
Tak terhitung berapa kali aku berdosa ya Rabbi,
Tak mampu ku hitung berapa banyaknya dosa yang mampu mengalahkan banyaknya amal baikku..
Namun, Engkau sungguh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kau kirimkan aku suatu malam untuk aku renungi semua yang telah ku lakukan.
Engkau sungguh Menyayangiku, kau kirimkan aku kesempatan untuk masih bernafas dan mempelajari agama ini dengan sesungguhnya..
Lewat perantara tempat ini serta orang-orang yang kau kirim untukku,..
Di tempat ini aku banyak belajar betapa aku adalah sebutir debu..
Lewat orang-orang itu aku belajar bagaimana bisa menjadi debu emas..
Aku ingin menjadi sebaik-baiknya hambaMu..
Muslimah yang dirindukan syurgaMu..

Belum genap setahun aku tinggal di tempat yang dulu sempat aku cibiri ini, aku menemukan jati diri ku yang sebenarnya di tempat ini. Aku adalah seorang mahasiswa semester dua yang masih galau menentukan arah hidup. Setiap hari aku lihat kerudung lebar berkibar di kepala temanku. Hatiku tergerak dan sejuk melihatnya.. andaikan aku dapat menjadi seperti itu.. pada awalnya aku hanya sekedar mempunyai keinginan belum mampu untuk merealisasikan.
Dari rasa keinginan tersebut aku mempunyai rasa penasaran yang cukup besar tentang agamaku. Selama ini aku cukup menjadi anak yang baik, aku shalat dan mengaji meskipun sekedar perintah dari orangtuaku bukan dalam artian aku memahami itu sungguh menjadi suatu kewajiban bagiku. Islam adalah agama yang diberi oleh orangtuaku, sebelum aku mengenalnya lebih jauh. Alhamdulillah ya Allah, aku terlahir dari keluarga yang memeluk agama yang Kau ridhai ini, aku tak mampu membayangkan jika aku terlahir dari agama lain. Mungkin akan semakin sulit aku mendapatkan hidayah ini.
Setiap hari aku membaca buku-buku tentang Islam untuk memperkuat tekadku serta menjadikan aku sebagai muslim yang sesungguhnya, bukan karena hanya turunan dari orangtuaku saja. Sekarang aku mengerti, shalat, puasa, serta ibadah lain ini adalah bukan hanya perintah orangtuaku lagi, melainkan itu menjadi suatu kewajiban bagiku. Islam memang indah mampu menggetarkan hatiku.

Setiap aku berusaha mendekatiMu, engkau semakin mendekatiku.. Hatiku selalu bergetar ketika mendengar namaMu. Nikmatnya perasaan seperti ini.. Terimakasih ya Allah kau masih beri aku kesempatan untuk mempelajari lebih dalam tentang jalan ini..

Rabu, 11 Juni 2014

Semua Orang Berhak Bermimpi dan Mewujudkannya

Diariku satu tahun lalu....

Tak terasa air mata mengalir begitu saja di pipiku. Kenyataan ini begitu menampar ku, bagaikan ribuan jarum menghantam jantungku. Petir menggelegar di atas kepala ku. Sesak ku tarik nafas, lemas tubuh terkulai, darah terasa berhenti mengalir di tubuhku. Inikah rasanya masa depanku hancur? Rasanya tulisan merah di web SNMPTN yang menyatakan aku tidak lolos menghentikan langkahku. Aku tak sanggup mengatakan pada bidadari ku apa yang ku alami. Aku tak sanggup melihat kekecewaan di wajahnya.Semakin sesak saja nafas ini, oksigen habis terhirup oleh orang-orang yang tak mensyukuri atas kelulusannya. “Lulus sih! Tapi pilihan ke3”. Rasanya ingin ku sobek mulut orang itu. Apakah mereka tak bisa mensyukuri nikmat itu? Padahal banyak orang yang menangis karena tak bisa masuk ke perguruan tinggi yang dia sepelekan.

Aku tak mengira menemukan catatan ini masih tersimpan di notepad laptopku, rasanya aku ingin membuka kembali perjalanan menggapai mimpi yang berawal satu tahun lalu. Bahagia, haru, keputusasaan, harapan, semuanya bercampur aduk menjadi satu tetes air mata. Air mata kebahagiaankah atau kesedihankah yang terbentuk dari setiap mata yang berjuang, tergantung sejauh mana kita berjuang dan mau mensyukuri hasil perjuangan kita.
Adikku yang sedang merasakan galau yang luar biasa mungkin akan membaca catatan satu tahunku tadi dengan penuh makna dan mengatakan “Ngena bingittss!!” Hehe... Tenang, dunia belum berhenti berputar. Dulu aku sempat mengira aku tak bisa lagi berjalan. Padahal, dengan sekali terjatuh aku bisa langsung berlari. Untuk bisa berlari kita memang perlu lebih banyak tenaga, dan tenaga itu bisa kita dapatkan dari banyak mengonsumsi makanan. Mungkin otakmu masih lapar, maka perbanyaklah mengonsumi ilmu dengan belajar lebih banyak.
Masih banyak waktu yang harus digunakan untuk menggapai mimpi. Belum berhenti sampai disini. Jangan habiskan dengan keputusasaan.
“Kak, aku tidak merasa percaya diri bisa masuk test perguruan tinggi, aku kan begini dan aku kan begitu...”.
Kau kira dulu aku bagaimana? Seorang mantan siswi yang biasa saja dan sekolah di sekolah yang biasa saja jauh jika dibandingkan dengan mereka yang sekolah di sekolah-sekolah favorit. Mungkin kamu melebihi ku dari segala sisinya. Perasaan tak mampu itu hanya sebuah sugesti yang akan melemahkanmu. Kamu mampu, dan kamu bisa! Tanamkan itu selalu di dasar fikiranmu. Aku tak mengatakan bahwa aku sekarang sudah sukses. Jauh dari kata itu. Bahkan aku belajar di universitas yang tak banyak orang tahu. Namun, dengan rasa syukur, apapun dijalani dengan rasa kebahagiaan. Yang ingin ku sampaikan adalah seuntai perjalanan menggapai mimpi ku ini di dahului dari rasa semangat tiada henti dan terus berusaha. Aku ingin kamu membuat jalurmu sendiri sehingga sampai di tujuan yang penuh dengan suka cita. Jangan merasa rendah diri untuk menggapai tujuan itu. Semua orang punya kedudukan sama untuk bermimpi. Tercapai atau tidak tergantung dari seberapa besar usaha kita. Ingat! Semua orang berhak membuat mimpi dan mewujudkannya. Tak ada pengecualian, termasuk dirimu, hanya karena kamu begini dan begitu.
“Kak, semangatku mengendur karena melihat pengumuman SNMPTN itu, aku jadi tidak yakin dengan kemampuanku, aku tak bisa mengembalikan semangat itu lagi....”
Aku sempat merasakan jatuh yang benar-benar jatuh sehingga seribu kata kepedihan ku tuliskan di notepad itu, hehehe.. Namun untungnya saat itu aku langsung tersadar. Aku memang berhak bermimpi, aku berhak menentukan masa depanku sendiri. Tapi, ingat, orangtua yang membesarkanmu juga punya hak atas keberhasilan, kebahagiaan, dan masa depan darimu. Keberhasilan adalah kado baginya karena telah sukses mendidikmu, kebahagiaannya adalah ketika melihat engkau berhasil, dan masa depanmu yang cerah adalah kebanggaan dan ketenangan di masa tuanya. Jika kita berhenti melangkah sekarang, apa yang akan kita persembahkan bagi mereka-kedua bidadari- kita? Mereka akan merasa gagal. Lihatlah betapa mereka begitu berharap melihat engkau menjadi orang. Jangan sia-siakan do’a mereka sepanjang malam dengan keputusasaanmu. Kedua bidadari kita yang tak pernah merugi keringatnya terbuang demi setiap kebahagiaan kita, tak pernah merugi waktu berdo’a dia tambah demi kesuksesan kita. Jangan jadikan kerugian bagi mereka karena kita menyia-nyiakan itu semua.
Aku masih ingat, di karton yang ku tempelkan di tembok kamarku “Sukses For youuu.. mama dan bapak!!!” coba buat kata-kata motivasi yang akan membangun semangatmu.
“Kak, sebenarnya aku lulus test tapi cuman disini, andai saja aku bisa masuk kesana...”
Pertama kali aku menginjakan di tanah baru ini, tempatku menimba ilmu. Banyak teman baru kutemui, tak sedikit ku dapati cerita mereka yang masuk ke universitas ini hanya karena terpaksa karena tak masuk di universitas yang diinginkan. Selama satu semester gejala ini masih terus dirasakan, “coba saja aku masuk di univ A... pasti gak kayak gini!!”...di sisi lain yang belajar di universitas A mengatakan hal yang sama, “coba saja aku masuk di univ Z...pasti begini dan begitu...”. Sedangkan aku hanya tertawa kecil menyaksikan fenomena ini. Mereka orang-orang yang sekolah di sekolah favorit tak terlihat menikmati perjalanan nya selama setahun ini. Aku yang notabenenya yang orang biasa saja merasa cukup senang bisa belajar disini, aku menikmatinya. Terbukti aku cukup berhasil dengan nilai IP ku yang pertama. Sejauh mana kita bisa mensyukuri apa yang telah kita raih adalah suatu bentuk kebahagiaan bagi diri kita sendiri. Bukan kita tak mampu di tingkat yang lebih tinggi, Allah lah yang mengukur kemampuan kita serta menyiapkan diri kita lebih mampu untuk bisa naik di level yang lebih tinggi.
Sekali lagi aku harus mengatakan, setiap orang punya kesempatan yang berbeda-beda. Setiap orang punya tujuan yang berbeda pula, dan setiap orang punya posisi di alam yang berbeda-beda. Allah telah mengatur sesuai kemampuan dan usaha kita. Apa tujuanmu? Perjuangkan! Ingin seperti apa posisimu di dunia? Lihat kaca duluu!! Pantas tidak? Pantaskan! Ada kesempatan? Banyak! Manfaatkanlah! 

Sabtu, 07 Juni 2014

LAPORAN KERJA BINA KAMPUNG BANGKIT BERBASIS MASJID

Nama Masjid               : Baitul Muhlishin
Alamat Masjid             : Kampung Catih RT 01/05 Desa Cipete Kecamatan Curug Kota Serang.
Nama Program            : BINA KAMPUNG BANGKIT BERBASIS MASJID
Tujuan                         : 1. Meningkatkan kualitas remaja yang islami
2.   Menjaga kebersihan masjid yang  terlihat kurang terawat
3.   Meningkatkan kesadaran masyarakat akan penting menjaga kebersihan
4.   Mengadakan pemasukan masjid untuk keperluan masjid
5.   Meningkatakan ukhuwah islamiyah antar  masyarakat di kampung Catih serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT
6.   Meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah sebagai rasa syukur terhadap Allah SWT
Jenis Kegiatan             :1. Remaja masjid
2. PHBI (Peringatan Isra Mi’raj)
3. Jum’at Bersih
4. Kas Masjid
5. Les setara SD
Manfaat                       :
1.      Meningkatkan kualitas remaja dengan mengadakan kegiatan kegiatan edukatif serta memberikan pengetahuan umum kepada remaja dalam meningkatkan kreativitas.
2.      Memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang makna isra’ mi’raj serta mempererat ukhuwah islamiyah sesama warga.
3.      Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan demi menjamin kesehatan.
4.      Bermanfaat agar pemasukan masjid dapat teroganisir dengan baik
5.      Memberi pengetahuan tambahan kepada anak-anak setara SD serta membantu anak-anak jika ada pelajaran yang tidak dimengerti di sekolah.
Waktu pelaksanaan     : 05 April 2014 – 31 Mei 2014.

PROGRAM KEGIATAN TERLAKSANA
No.
Kegiatan
Penerima manfaat
Penanggung jawab
Pembiayaan
Ket
1
Remaja masjid
35 remaja putri
Nia Alfitriyani
Rp.200.000,-
Swadaya
2
LES setara SD
60 anak-anak setara SD
Tanti Husnul Huluki
Rp. 100.000,-
Swadaya

PROGRAM KEGIATAN TIDAK TERLAKSANA
No
Kegiatan
Penerima manfaat
Penanggung jawab
Ket
1
PHBI (Peringatan Isra’ mi’raj)
Masyarakat Kp. Catih
Syifa Yusrina
Tidak adanya kesiapan pelaksana dalam melaksanakan kegiatan PHBI serta tidak adanya kesetujuan sesepuh kampung serta pengurus masjid jika dilaksanakan dengan segera sedangkan kegiatan kami berakhir pada akhir Mei.
2
Jum’at bersih
Masyarakat Kp. Catih
Solehat
Tidak adanya warga yang ikut berpastisipasi dan bentroknya jadwal hari jum’at dengan kesibukan pelaksana.
3
KAS masjid
Masyarakat Kp. Catih
Windy Apriani
Kurangnya komunikasi pelaksana dengan pengurus masjid. Setelah pelaksana memeriksa kembali ternyata kas masjid sudah ada dengan pungutan biaya Rp. 5.000,- perbulan tiap rumah.

Tim Pelaksana
Ketua              : Solehat
Anggota          : 1. Nia Alfitriyani
2. Rika Alawiyah
3. Siti Yena Nurazizah
4. Syifa Yusrina
5. Tanti Husnul Huluki
6. Tia Astiani
7. Tyas Edistya Suryandari
8. Windy Apriani

Ketua DKM                                                                                        Ketua Tim/Pementor


     (Syarif)                                                                                                   (Solehat)



 Laporan Lengkap
A.    Deskripsi Masjid dan Masyarakat Kampung Catih



       
Masjid Baitul Muhlisin terletak di Kampung Catih RT 05/02 Desa Cipete Kecamatan Curug Kota Serang. Masjid ini merupakan satu-satunya masjid di kampung Catih sehingga kegiatan peringatan hari besar dan shalat jum’at di lakukan di masjid ini.
Masjid Baitul Muhlisin dibangun secara swadaya, masjid yang tidak diketahui sejak kapan berdirinya ini cukup berumur lama, sebab masjid ini ada sudah turun temurun kemudian mengalami perbaikan-perbaikan hingga menjadi masjid yang sekarang.
Masjid ini tidak mempunyai struktur kepengurusan. Masjid diurus oleh pak Syarif yang merupakan ketua RT di kampung tersebut. Pak Syarif memungut biaya sebesar Rp. 5.000,- setiap bulan kepada setiap kepala keluarga di kampung Catih untuk pemasukan dana masjid serta keperluan listrik dan lain-lainnya. 
       
Masjid Baitul Muhlisin sering terlihat sepi dari kegiatan-kegiatan agama masyarakat kampung Catih. Masjid ini hanya dipakai untuk shalat jum’at, shalat jama’ah bagi laki-laki, serta pengajian laki-laki setiap malam Jum’at. Hal ini dikarenakan masyarakat kampung catih percaya bahwa masjid tempat yang suci sehingga tidak patut untuk dijadikan tempat bagi kegiatan lain seperti belajar maupun dijadikan tempat beribadah perempuan. Bagi perempuan ibadah bisa dilaksanakan di madrasah yang berada di sebelah masjid.


      
Madrasah dan pondok pesantren Madrijul Ulum yang di kepalai Ustadz Sholihin ini merupakan pusat kegiatan di kampung Catih. Dimulai dari tempat belajar anak-anak, pengajian ibu-ibu, tempat ibadah ibu-ibu, rapat-rapat warga, serta kegiatan peringatan hari-hari besar diadakan di tempat ini. Madrasah dan pondok pesantren ini didirikan pada tahun 1999 dengan dana swadaya masyarakat serta donator, dibangun dengan model tradisional. Kini ada 40 santri yang menetap sedangkan jika dijumlahkan dengan santri yang tidak menetap sekitar 80 santri.
Masyarakat kampung Catih mayoritas adalah seoarang petani. Jumlah kepala keluarga sebanyak 75 kepala keluarga. Kebanyakan tingkat pendidikan di kampung tersebut hanya sampai SMP, bagi remaja laki-laki kebanyakan merantau untuk mencari pekerjaan dan remaja perempuan banyak yang menikah muda.

B.     Kegiatan Pemberdayaan Bina Kampung Bangkit Berbasis Masjid
1.      Remaja Masjid
a.       Tujuan
Meningkatkan kualitas remaja dengan mengadakan kegiatan kegiatan edukatif serta memberikan pengetahuan umum kepada remaja dalam meningkatkan kreativitas.

b.      Kelompok sasaran
Remaja perempuan di kampung Catih
c.       Kegiatan


     
Dimulai dari perkenalan kami terhadap remaja yang berada di kampung Catih, kami membicarakan tujuan serta maksud kami datang di kampung Catih dan menjelaskan program kerja yang akan kami lakukan.


Program kerja pertama kami melakukan mentoring kepada remaja perempuan dikemas kedalam bentuk penyuluhan. Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi ini digabung dengan kelompok Mawar yang berada di kampung sebelah. Kami mengundang dua pemateri, masing-masing adalah mahasiswa dari kebidanan Aisyiah dan dari kebidanan Bina Husada. Pada penyuluhan ini kami memberikan informasi kepada para remaja perempuan tentang penyakit-penyakit pada alat reproduksi serta cara pencegahan terkena penyakit reproduksi tersebut.
     



     
Selain melakukan mentoring kepada para remaja kami juga memberikan pengetahuan tentang keterampilan dan berwirausaha. Salah satunya kami praktikan dengan melakukan keterampilan membuat bross dan gantungan kunci yang terbuat dari kain planel.
d.      Respon warga
Respon para remaja terhadap kegiatan ini sangat baik, mereka sangat antusias serta sangat berterimakasih karena ilmu yang telah kami bagikan. Begitupun juga respon dari masyarakat sendiri sangat baik, seperti bu ustadzah, pak RT serta yang lainnya bahwa kegiatan ini sangat baik dilakukan dan tepat sasaran, mengingat remaja perempuan di kampung Catih kebanyakan hanya berdiam diri di rumah saja. Dengan adanya kegiatan ini mereka semakin terampil.
e.       Dampak Perubahan
Dampak perubahan yang terjadi pada masyarakat di kampung Catih khususnya para remaja nya sangat jelas ada. Kami melakukan wawancara kepada beberapa anggota remaja masjd, setelah melakukan banyak kegiatan remaja seperti mentoring, penyuluhan kesehatan reproduksi, serta keterampilan dan berwirausaha mereka menjadi tahu bagaimana mencegah penyakit reproduksi seperti lebih sering mengganti celana dalam, menggunakan sabun sirih dalam seminggu sekali, serta pesan moralnya seperti menghindari seks bebas, rokok, dan yang lainnya. Ada juga tips-tips yang diberikan ketika kegiatan penyuluhan yang mereka sangat ingat, khususnya perempuan sering merasa sakit ketika haid maka disini mereka menjadi tahu bagaimana cara menanganinya.
Adapun dari kegiatan yang bersifat keterampilan dan berwirausaha mereka jadi mempunyai jiwa wirausaha, bahkan ada dari mereka mengatakan ingin membuka bisnis souvenir pernikahan berupa keterampilan untuk membantu suami nya nanti.
2.      LES setara SD
a.       Tujuan
Memberi pengetahuan tambahan kepada anak-anak setara SD serta membantu anak-anak jika ada pelajaran yang tidak dimengerti di sekolah.
b.      Kelompok sasaran
Anak-anak setara SD di kampung Catih
c.       Kegiatan
    


Kegiatan kami dalam memberikan pelajaran tambahan kepada anak-anak setara sekolah dasar di kampung catih di awali dengan mata pelajaran bahasa inggris. Alasan kami memilih bahasa inggris adalah karena setelah melakukan survei terlebih dahulu kepada anak-anak tersebut, mereka merasa kesusahan dalam pelajaran bahasa inggris selain itu mereka merasa senang untuk mempelajarinya. Dengan tema anggota badan, kami menjelaskan kepada mereka satu persatu serta menyanyikannya bersama. Belajar sambil bermain ini dirasa sangat cocok dengan mereka. Mereka lebih cepat paham dan hafal.
               


Selain belajar bahasa inggris tentang anggota tubuh, kami mengajarkan tentang warna-warna dan kemudian dinyanyikan. Bagi yang bisa langsung hafal dan mau maju ke depan kami berikan reward berupa kue. Hal ini mengundang mereka untuk aktif dalam pembelajaran.
   


Setelah pembelajaran bahasa inggris, di minggu berikutnya kami mengajarkan ilmu pengetahuan alam tentang pengelompokkan hewan yang sederhana seperti ampibi, reptil, aves, mamalia, pisces, serta serangga. Disana kami buat dalam kelompok-kelompok dan menyelesaikan tugas berupa penjodohan kata. Mereka sangat antusias sekali ditambah dengan janji hadiah yang akan kami berikan kepada kelompok yang terbaik, mereka semakin bersemangat.


Anak-anak ini justru ingin belajar terus dan meraih mimpi mereka dalam keterbatasan mereka. Kami yakinkan kepada mereka bahwa tak ada yang tidak mungkin. Belajar terus!


d.      Respon warga
Respon anak-anak sangat antusias dan bersemangat serta masyarakat pun sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat membantu anak-anak mereka dalam belajar, di samping itu dorongan semangat meraih mimpi kepada anak-anak berakibat besar kepada kemauan mereka untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan.
e.       Dampak perubahan
Perubahan yang dirasakan anak-anak berupa semangat yang semakin meninggi dalam belajar, menjadi rajin belajar, dan mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi.

C.     Saran dan Tindak Lanjut
Kami sangat mengharapkan bahwa kegiatan yang kami lakukan selama berada di kampung catih dapat terus berlanjut meskipun kami telah selesai melakukan kegiatannya. Dengan demikian kami memberikan pengertian dan masukan kepada para remaja disana dalam kegiatan mentoring untuk melanjutkan program kami.