Sabtu, 07 Juni 2014

LAPORAN KERJA BINA KAMPUNG BANGKIT BERBASIS MASJID

Nama Masjid               : Baitul Muhlishin
Alamat Masjid             : Kampung Catih RT 01/05 Desa Cipete Kecamatan Curug Kota Serang.
Nama Program            : BINA KAMPUNG BANGKIT BERBASIS MASJID
Tujuan                         : 1. Meningkatkan kualitas remaja yang islami
2.   Menjaga kebersihan masjid yang  terlihat kurang terawat
3.   Meningkatkan kesadaran masyarakat akan penting menjaga kebersihan
4.   Mengadakan pemasukan masjid untuk keperluan masjid
5.   Meningkatakan ukhuwah islamiyah antar  masyarakat di kampung Catih serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT
6.   Meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah sebagai rasa syukur terhadap Allah SWT
Jenis Kegiatan             :1. Remaja masjid
2. PHBI (Peringatan Isra Mi’raj)
3. Jum’at Bersih
4. Kas Masjid
5. Les setara SD
Manfaat                       :
1.      Meningkatkan kualitas remaja dengan mengadakan kegiatan kegiatan edukatif serta memberikan pengetahuan umum kepada remaja dalam meningkatkan kreativitas.
2.      Memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang makna isra’ mi’raj serta mempererat ukhuwah islamiyah sesama warga.
3.      Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan demi menjamin kesehatan.
4.      Bermanfaat agar pemasukan masjid dapat teroganisir dengan baik
5.      Memberi pengetahuan tambahan kepada anak-anak setara SD serta membantu anak-anak jika ada pelajaran yang tidak dimengerti di sekolah.
Waktu pelaksanaan     : 05 April 2014 – 31 Mei 2014.

PROGRAM KEGIATAN TERLAKSANA
No.
Kegiatan
Penerima manfaat
Penanggung jawab
Pembiayaan
Ket
1
Remaja masjid
35 remaja putri
Nia Alfitriyani
Rp.200.000,-
Swadaya
2
LES setara SD
60 anak-anak setara SD
Tanti Husnul Huluki
Rp. 100.000,-
Swadaya

PROGRAM KEGIATAN TIDAK TERLAKSANA
No
Kegiatan
Penerima manfaat
Penanggung jawab
Ket
1
PHBI (Peringatan Isra’ mi’raj)
Masyarakat Kp. Catih
Syifa Yusrina
Tidak adanya kesiapan pelaksana dalam melaksanakan kegiatan PHBI serta tidak adanya kesetujuan sesepuh kampung serta pengurus masjid jika dilaksanakan dengan segera sedangkan kegiatan kami berakhir pada akhir Mei.
2
Jum’at bersih
Masyarakat Kp. Catih
Solehat
Tidak adanya warga yang ikut berpastisipasi dan bentroknya jadwal hari jum’at dengan kesibukan pelaksana.
3
KAS masjid
Masyarakat Kp. Catih
Windy Apriani
Kurangnya komunikasi pelaksana dengan pengurus masjid. Setelah pelaksana memeriksa kembali ternyata kas masjid sudah ada dengan pungutan biaya Rp. 5.000,- perbulan tiap rumah.

Tim Pelaksana
Ketua              : Solehat
Anggota          : 1. Nia Alfitriyani
2. Rika Alawiyah
3. Siti Yena Nurazizah
4. Syifa Yusrina
5. Tanti Husnul Huluki
6. Tia Astiani
7. Tyas Edistya Suryandari
8. Windy Apriani

Ketua DKM                                                                                        Ketua Tim/Pementor


     (Syarif)                                                                                                   (Solehat)



 Laporan Lengkap
A.    Deskripsi Masjid dan Masyarakat Kampung Catih



       
Masjid Baitul Muhlisin terletak di Kampung Catih RT 05/02 Desa Cipete Kecamatan Curug Kota Serang. Masjid ini merupakan satu-satunya masjid di kampung Catih sehingga kegiatan peringatan hari besar dan shalat jum’at di lakukan di masjid ini.
Masjid Baitul Muhlisin dibangun secara swadaya, masjid yang tidak diketahui sejak kapan berdirinya ini cukup berumur lama, sebab masjid ini ada sudah turun temurun kemudian mengalami perbaikan-perbaikan hingga menjadi masjid yang sekarang.
Masjid ini tidak mempunyai struktur kepengurusan. Masjid diurus oleh pak Syarif yang merupakan ketua RT di kampung tersebut. Pak Syarif memungut biaya sebesar Rp. 5.000,- setiap bulan kepada setiap kepala keluarga di kampung Catih untuk pemasukan dana masjid serta keperluan listrik dan lain-lainnya. 
       
Masjid Baitul Muhlisin sering terlihat sepi dari kegiatan-kegiatan agama masyarakat kampung Catih. Masjid ini hanya dipakai untuk shalat jum’at, shalat jama’ah bagi laki-laki, serta pengajian laki-laki setiap malam Jum’at. Hal ini dikarenakan masyarakat kampung catih percaya bahwa masjid tempat yang suci sehingga tidak patut untuk dijadikan tempat bagi kegiatan lain seperti belajar maupun dijadikan tempat beribadah perempuan. Bagi perempuan ibadah bisa dilaksanakan di madrasah yang berada di sebelah masjid.


      
Madrasah dan pondok pesantren Madrijul Ulum yang di kepalai Ustadz Sholihin ini merupakan pusat kegiatan di kampung Catih. Dimulai dari tempat belajar anak-anak, pengajian ibu-ibu, tempat ibadah ibu-ibu, rapat-rapat warga, serta kegiatan peringatan hari-hari besar diadakan di tempat ini. Madrasah dan pondok pesantren ini didirikan pada tahun 1999 dengan dana swadaya masyarakat serta donator, dibangun dengan model tradisional. Kini ada 40 santri yang menetap sedangkan jika dijumlahkan dengan santri yang tidak menetap sekitar 80 santri.
Masyarakat kampung Catih mayoritas adalah seoarang petani. Jumlah kepala keluarga sebanyak 75 kepala keluarga. Kebanyakan tingkat pendidikan di kampung tersebut hanya sampai SMP, bagi remaja laki-laki kebanyakan merantau untuk mencari pekerjaan dan remaja perempuan banyak yang menikah muda.

B.     Kegiatan Pemberdayaan Bina Kampung Bangkit Berbasis Masjid
1.      Remaja Masjid
a.       Tujuan
Meningkatkan kualitas remaja dengan mengadakan kegiatan kegiatan edukatif serta memberikan pengetahuan umum kepada remaja dalam meningkatkan kreativitas.

b.      Kelompok sasaran
Remaja perempuan di kampung Catih
c.       Kegiatan


     
Dimulai dari perkenalan kami terhadap remaja yang berada di kampung Catih, kami membicarakan tujuan serta maksud kami datang di kampung Catih dan menjelaskan program kerja yang akan kami lakukan.


Program kerja pertama kami melakukan mentoring kepada remaja perempuan dikemas kedalam bentuk penyuluhan. Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi ini digabung dengan kelompok Mawar yang berada di kampung sebelah. Kami mengundang dua pemateri, masing-masing adalah mahasiswa dari kebidanan Aisyiah dan dari kebidanan Bina Husada. Pada penyuluhan ini kami memberikan informasi kepada para remaja perempuan tentang penyakit-penyakit pada alat reproduksi serta cara pencegahan terkena penyakit reproduksi tersebut.
     



     
Selain melakukan mentoring kepada para remaja kami juga memberikan pengetahuan tentang keterampilan dan berwirausaha. Salah satunya kami praktikan dengan melakukan keterampilan membuat bross dan gantungan kunci yang terbuat dari kain planel.
d.      Respon warga
Respon para remaja terhadap kegiatan ini sangat baik, mereka sangat antusias serta sangat berterimakasih karena ilmu yang telah kami bagikan. Begitupun juga respon dari masyarakat sendiri sangat baik, seperti bu ustadzah, pak RT serta yang lainnya bahwa kegiatan ini sangat baik dilakukan dan tepat sasaran, mengingat remaja perempuan di kampung Catih kebanyakan hanya berdiam diri di rumah saja. Dengan adanya kegiatan ini mereka semakin terampil.
e.       Dampak Perubahan
Dampak perubahan yang terjadi pada masyarakat di kampung Catih khususnya para remaja nya sangat jelas ada. Kami melakukan wawancara kepada beberapa anggota remaja masjd, setelah melakukan banyak kegiatan remaja seperti mentoring, penyuluhan kesehatan reproduksi, serta keterampilan dan berwirausaha mereka menjadi tahu bagaimana mencegah penyakit reproduksi seperti lebih sering mengganti celana dalam, menggunakan sabun sirih dalam seminggu sekali, serta pesan moralnya seperti menghindari seks bebas, rokok, dan yang lainnya. Ada juga tips-tips yang diberikan ketika kegiatan penyuluhan yang mereka sangat ingat, khususnya perempuan sering merasa sakit ketika haid maka disini mereka menjadi tahu bagaimana cara menanganinya.
Adapun dari kegiatan yang bersifat keterampilan dan berwirausaha mereka jadi mempunyai jiwa wirausaha, bahkan ada dari mereka mengatakan ingin membuka bisnis souvenir pernikahan berupa keterampilan untuk membantu suami nya nanti.
2.      LES setara SD
a.       Tujuan
Memberi pengetahuan tambahan kepada anak-anak setara SD serta membantu anak-anak jika ada pelajaran yang tidak dimengerti di sekolah.
b.      Kelompok sasaran
Anak-anak setara SD di kampung Catih
c.       Kegiatan
    


Kegiatan kami dalam memberikan pelajaran tambahan kepada anak-anak setara sekolah dasar di kampung catih di awali dengan mata pelajaran bahasa inggris. Alasan kami memilih bahasa inggris adalah karena setelah melakukan survei terlebih dahulu kepada anak-anak tersebut, mereka merasa kesusahan dalam pelajaran bahasa inggris selain itu mereka merasa senang untuk mempelajarinya. Dengan tema anggota badan, kami menjelaskan kepada mereka satu persatu serta menyanyikannya bersama. Belajar sambil bermain ini dirasa sangat cocok dengan mereka. Mereka lebih cepat paham dan hafal.
               


Selain belajar bahasa inggris tentang anggota tubuh, kami mengajarkan tentang warna-warna dan kemudian dinyanyikan. Bagi yang bisa langsung hafal dan mau maju ke depan kami berikan reward berupa kue. Hal ini mengundang mereka untuk aktif dalam pembelajaran.
   


Setelah pembelajaran bahasa inggris, di minggu berikutnya kami mengajarkan ilmu pengetahuan alam tentang pengelompokkan hewan yang sederhana seperti ampibi, reptil, aves, mamalia, pisces, serta serangga. Disana kami buat dalam kelompok-kelompok dan menyelesaikan tugas berupa penjodohan kata. Mereka sangat antusias sekali ditambah dengan janji hadiah yang akan kami berikan kepada kelompok yang terbaik, mereka semakin bersemangat.


Anak-anak ini justru ingin belajar terus dan meraih mimpi mereka dalam keterbatasan mereka. Kami yakinkan kepada mereka bahwa tak ada yang tidak mungkin. Belajar terus!


d.      Respon warga
Respon anak-anak sangat antusias dan bersemangat serta masyarakat pun sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat membantu anak-anak mereka dalam belajar, di samping itu dorongan semangat meraih mimpi kepada anak-anak berakibat besar kepada kemauan mereka untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan.
e.       Dampak perubahan
Perubahan yang dirasakan anak-anak berupa semangat yang semakin meninggi dalam belajar, menjadi rajin belajar, dan mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi.

C.     Saran dan Tindak Lanjut
Kami sangat mengharapkan bahwa kegiatan yang kami lakukan selama berada di kampung catih dapat terus berlanjut meskipun kami telah selesai melakukan kegiatannya. Dengan demikian kami memberikan pengertian dan masukan kepada para remaja disana dalam kegiatan mentoring untuk melanjutkan program kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar