Jumat, 13 Juni 2014

Ku Temukan Diriku dan Tuhanku

Kepada sang pemilik hati, sujud syukur ku panjatkan segala pujian memuji diriMu..
Segudang rasa syukurku karena aku masih diberikan getar-getar hati ini ketika  mendengar namaMu..
Segenap jiwaku mengagungkanMu karena detik ini masih ku bisa nikmati cahayaMu yang sempat padam..
Terimakasih, Ya Rabbi..
Kau terangi langkahku,
Membuka semua fikiranku yang sempat tertutupi kabut duniawi..
Istiqamahkan aku dalam segala perbaikan ini

Tak terhitung berapa kali aku tinggalkan shalatku,
Tak terhitung berapa kali ku umbar auratku kepada yang bukan mahramku..
Tak terhitung berapa kali ku lawan perkataan orangtuaku,
Tak mampu ku hitung berapa kali aku membentak ibuku, melawan nasihat bapakku,
Tak mampu ingat kembali kapan terakhir kali ku lantunkan ayat suci alqu’an itu..
Tak mampu aku melawan nafsuku,
Tak terhitung berapa kali aku berdosa ya Rabbi,
Tak mampu ku hitung berapa banyaknya dosa yang mampu mengalahkan banyaknya amal baikku..
Namun, Engkau sungguh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kau kirimkan aku suatu malam untuk aku renungi semua yang telah ku lakukan.
Engkau sungguh Menyayangiku, kau kirimkan aku kesempatan untuk masih bernafas dan mempelajari agama ini dengan sesungguhnya..
Lewat perantara tempat ini serta orang-orang yang kau kirim untukku,..
Di tempat ini aku banyak belajar betapa aku adalah sebutir debu..
Lewat orang-orang itu aku belajar bagaimana bisa menjadi debu emas..
Aku ingin menjadi sebaik-baiknya hambaMu..
Muslimah yang dirindukan syurgaMu..

Belum genap setahun aku tinggal di tempat yang dulu sempat aku cibiri ini, aku menemukan jati diri ku yang sebenarnya di tempat ini. Aku adalah seorang mahasiswa semester dua yang masih galau menentukan arah hidup. Setiap hari aku lihat kerudung lebar berkibar di kepala temanku. Hatiku tergerak dan sejuk melihatnya.. andaikan aku dapat menjadi seperti itu.. pada awalnya aku hanya sekedar mempunyai keinginan belum mampu untuk merealisasikan.
Dari rasa keinginan tersebut aku mempunyai rasa penasaran yang cukup besar tentang agamaku. Selama ini aku cukup menjadi anak yang baik, aku shalat dan mengaji meskipun sekedar perintah dari orangtuaku bukan dalam artian aku memahami itu sungguh menjadi suatu kewajiban bagiku. Islam adalah agama yang diberi oleh orangtuaku, sebelum aku mengenalnya lebih jauh. Alhamdulillah ya Allah, aku terlahir dari keluarga yang memeluk agama yang Kau ridhai ini, aku tak mampu membayangkan jika aku terlahir dari agama lain. Mungkin akan semakin sulit aku mendapatkan hidayah ini.
Setiap hari aku membaca buku-buku tentang Islam untuk memperkuat tekadku serta menjadikan aku sebagai muslim yang sesungguhnya, bukan karena hanya turunan dari orangtuaku saja. Sekarang aku mengerti, shalat, puasa, serta ibadah lain ini adalah bukan hanya perintah orangtuaku lagi, melainkan itu menjadi suatu kewajiban bagiku. Islam memang indah mampu menggetarkan hatiku.

Setiap aku berusaha mendekatiMu, engkau semakin mendekatiku.. Hatiku selalu bergetar ketika mendengar namaMu. Nikmatnya perasaan seperti ini.. Terimakasih ya Allah kau masih beri aku kesempatan untuk mempelajari lebih dalam tentang jalan ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar