Kepada sang pemilik hati, sujud
syukur ku panjatkan segala pujian memuji diriMu..
Segudang rasa syukurku karena aku
masih diberikan getar-getar hati ini ketika
mendengar namaMu..
Segenap jiwaku mengagungkanMu
karena detik ini masih ku bisa nikmati cahayaMu yang sempat padam..
Terimakasih, Ya Rabbi..
Kau terangi langkahku,
Membuka semua fikiranku yang
sempat tertutupi kabut duniawi..
Istiqamahkan aku dalam segala
perbaikan ini
Tak terhitung berapa kali aku
tinggalkan shalatku,
Tak terhitung berapa kali ku
umbar auratku kepada yang bukan mahramku..
Tak terhitung berapa kali ku
lawan perkataan orangtuaku,
Tak mampu ku hitung berapa kali
aku membentak ibuku, melawan nasihat bapakku,
Tak mampu ingat kembali kapan
terakhir kali ku lantunkan ayat suci alqu’an itu..
Tak mampu aku melawan nafsuku,
Tak terhitung berapa kali aku
berdosa ya Rabbi,
Tak mampu ku hitung berapa
banyaknya dosa yang mampu mengalahkan banyaknya amal baikku..
Namun, Engkau sungguh Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang, kau kirimkan aku suatu malam untuk aku renungi
semua yang telah ku lakukan.
Engkau sungguh Menyayangiku, kau
kirimkan aku kesempatan untuk masih bernafas dan mempelajari agama ini dengan
sesungguhnya..
Lewat perantara tempat ini serta
orang-orang yang kau kirim untukku,..
Di tempat ini aku banyak belajar
betapa aku adalah sebutir debu..
Lewat orang-orang itu aku belajar
bagaimana bisa menjadi debu emas..
Aku ingin menjadi sebaik-baiknya
hambaMu..
Muslimah yang dirindukan
syurgaMu..
Belum genap setahun aku tinggal
di tempat yang dulu sempat aku cibiri ini, aku menemukan jati diri ku yang
sebenarnya di tempat ini. Aku adalah seorang mahasiswa semester dua yang masih
galau menentukan arah hidup. Setiap hari aku lihat kerudung lebar berkibar di
kepala temanku. Hatiku tergerak dan sejuk melihatnya.. andaikan aku dapat menjadi
seperti itu.. pada awalnya aku hanya sekedar mempunyai keinginan belum mampu
untuk merealisasikan.
Dari rasa keinginan tersebut aku
mempunyai rasa penasaran yang cukup besar tentang agamaku. Selama ini aku cukup
menjadi anak yang baik, aku shalat dan mengaji meskipun sekedar perintah dari
orangtuaku bukan dalam artian aku memahami itu sungguh menjadi suatu kewajiban
bagiku. Islam adalah agama yang diberi oleh orangtuaku, sebelum aku mengenalnya
lebih jauh. Alhamdulillah ya Allah, aku terlahir dari keluarga yang memeluk
agama yang Kau ridhai ini, aku tak mampu membayangkan jika aku terlahir dari
agama lain. Mungkin akan semakin sulit aku mendapatkan hidayah ini.
Setiap hari aku membaca buku-buku
tentang Islam untuk memperkuat tekadku serta menjadikan aku sebagai muslim yang
sesungguhnya, bukan karena hanya turunan dari orangtuaku saja. Sekarang aku mengerti,
shalat, puasa, serta ibadah lain ini adalah bukan hanya perintah orangtuaku
lagi, melainkan itu menjadi suatu kewajiban bagiku. Islam memang indah mampu
menggetarkan hatiku.
Setiap aku berusaha mendekatiMu,
engkau semakin mendekatiku.. Hatiku selalu bergetar ketika mendengar namaMu. Nikmatnya
perasaan seperti ini.. Terimakasih ya Allah kau masih beri aku kesempatan untuk
mempelajari lebih dalam tentang jalan ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar